Ketua BNK Bontang Basri Rase berikan Pengarahan Terkait Bahaya laten Narkoba

Semangat untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkotika) di Kota Bontang terus dilakukan Pemerintah Kota Bontang bekerja sama dengan Badan Narkotika Kota (BNK) Bontang. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba di seluruh sekolah di Kota Taman.

Senin (6/11) kemarin misalnya, Ketua BNK Bontang Basri Rase memberikan pengarahan dan pembinaan kepada seluruh siswa-siswi di SMPN 1 Bontang terkait bahaya laten yang disebabkan oleh narkoba. Narkoba, kata Basri tidak hanya akan merenggut masa depan, akan tetapi merenggut nyawa penggunanya.

Basri juga mengingatkan, pelajar di Kota Bontang adalah generasi penerus bangsa dan calon pemimpin masa depan. Untuk itu, dia berharap supaya tertanam pada diri masing-masing untuk tidak melakukan hal yang bisa merusak diri dan kehidupannya. Tidak boleh mencoba atau mencicipi yang namanya narkoba, karena sekali mencoba maka akan menyebabkan ketergantungan.

“Narkoba ini barang yang tidak bisa dicoba atau dicicipi. Karena sekali mencicipi maka akan membuat ketagihan dan ingin memakai terus. Perlu diketahui bahwa narkoba ini hanya memberikan mimpi saja dan akan menyebabkan penggunanya tidak bisa makan, minum dan lama kelamaan akan merenggut nyawa kalian jika mengkonsumsinya. Jadi tidak ada kata lain yaitu ayo, kita basmi narkoba sampai ke akar-akarnya,” pinta Basri

Selanjutnya Basri meminta Satgas yang telah dibentuk di seluruh sekolah di Kota Bontang supaya bekerja optimal. Jika ada indikasi keberadaan narkoba maka segera dilaporkan dan tidak ragu atau takut. Karena narkoba adalah musuh seluruh masyarakat Indonesia termasuk di Kota Bontang.

“Bontang berada di urutan ke-4 di Kaltim untuk pengguna dan peredaran narkoba. Hal ini membuat kita miris, oleh karenanya saya tidak bosan-bosannya mengingatkan kepada kita semua bahwa lebih baik kita mencegah dari pada mengobati, karena mengobati pengguna narkoba butuh waktu yang lama dan membutuhkan biaya mahal,“ terangnya.

Sementara Diah Srihuning Widyastusi, salah satu siswa Kelas VIII D bersedia dan berkomitmen untuk melaksanakan tugasnya bersama teman-temannya sebagai Satgas narkoba dengan memulai pada dirinya sendiri untuk tidak mengenal yang namanya narkoba, dan selanjutnya berjanji akan memberitahukan kepada teman temannya akan bahaya narkoba. (Sumber : Klik Bontang dan hms7)