WUJUD KEPEDULIAN. Wali Kota Bontang Sofyan Hasdam bersama Ketua DPRD Bontang Hj Neni Moerniaeni saat menghadiri penyerahan bantuan GN-OTA dari KPI kepada anak kurang mampu di Kota Bontang.
BONTANG- Keberhasilan Bontang mempertahankan Piala Adipura yang berhasil diraih sejak tahun 2008 lalu, tidak terlepas dari peran seluruh masyarakat dan stakeholder yang ada di Bontang. Semangat memupuk kebersamaan dalam membersihkan dan menjaga keindahan kota, menjadi awal keberhasilan Bontang meraih predikat sebagai salah satu kota terbersih di tanah air.
“Dulu, saat awal Bontang menjadi daerah definitif, kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan, bisa dikatakan relatif masih rendah. Sebagai Ketua Tim Penggerak PKK waktu itu, setiap sore kami berkeliling melihat kondisi masyarakat, temasuk kondisi kebersihan dan keindahan kota. Dulu, kebersihan kota seolah menjadi tanggung jawab pemerintah saja, khususnya pasukan kuning,’ tutur dr Hj Neni Moerniaeni SpOG yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Bontang.
Usai mengamati fisik bangunan dan fasilitas pendukung sekolah, Wali Kota Sofyan Hasdam juga menyempatkan waktunya berdialog bersama para guru di kedua sekolah tersebut. “Saya selalu katakan bahwa masa depan bangsa, masa depan Bontang terletak ditangan anak-anak kita. Untuk itu, kewajiban kita sekarang adalah bagaimana kita membekali mereka dengan ilmu pengetahuan sehingga tumbuh menjadi generasi yang unggul disegala bidang,” terang Sofyan.
Selain mendapatkan pendidikan disekolah, kegiatan ekstrakurikuler bagi siswa lanjut wali kota juga sangat penting. “Dulu kita punya klub yang diberi nama global aktif dan unggul yang disingkat dengan sebutan Gaul. Melalui klub ini, kita sebenarnya berharap anak-anak bisa aktif dan unggul dalam persaingan global. Untuk itu saya berharap supaya klub ini kembali diaktifkan,” imbau Sofyan.
Koordinator dewan hakim H Imam Hambali mengungkapkan, kontingen Kecamatan Bontang Selatan keluar sebagai juara umum karena berhasil mengumpulkan 101 poin. Untuk juara ke 2 diraih Kecamatan Bontang Utara, peraih predikat juara umum pada tahun 2005 lalu ini memperoleh 84 poin. Sementara Bontang Barat hanya pemperoleh 27 poin.
DAPAT BUNGA. Ketua DPRD Hj Neni Moerniaeni mendapat bunga dari siswa SMP Negeri 8 usai menghadiri perpisahan sekolah tersebut di Auditorium Kantor Wali Kota Bontang.
SMP Negeri 8 yang sampai saat ini masih harus bersabar menunggu gedung sekolah secara permanen saat ini terbagi di 4 lokasi dalam proses belajar mengajar. Kendati demikian, mereka tetap mampu mempertahankan eksistensinya dengan baik. "jumlah lulusan kami tahun ini merupakan keluaran pertama untuk sekolah kami yang berjumlah 77 siswa. Harapan kami, tentunya mereka lulus dengan hasil yang memuaskan, "Dra Hj Sukaesih selaku kepala sekolah di sekolah SMP Negeri 8
TELITI PRODUK. Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Bontang Riza Pahlevi (kanan) bersama Kepala Kantor Satpol PP Sulardi saat melalukan monitoring sidak harga menjelang Hari Raya Natal dan Tahun 2010 di salah satu swalayan kemarin.
BONTANG – Menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2010, Pemkot Bontang melalui Bagian Ekonomi melaksanakan monitoring atau inspeksi mendadak (sidak). Sasaran kegiatan monitoring kali ini adalah pasar tradisional serta toko modern atau swalayan. Pasar tradisional yang dikunjungi seperti, Pasar Rawa Indah dan Pasar Loktuan, sedangkan toko modern atau swalayan yang dikunjungi adalah, Ramayana, Andhika Plaza, Bontang Plaza dan Koperasi PKT.
Tim monitoring terdiri dari Bagian Ekonomi Setda, Balai POM Provinsi Kaltim, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Bontang, Dinas Kesehatan Kota Bontang, Dinas Perikanan, Kelautan dan Pertanian (DPKP) Kota Bontang dan Satuan Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang.
“Tujuan monitoring ini adalah untuk memantau ketersediaan stok barang sekaligus memonitor kenaikan harga sembako menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2010. Selain itu, kegiatan ini juga untuk memantau barang – barang kadaluarsa yang masih dijual di pasar dan toko – toko modern atau swalayan,” jelas Kepala Bagian Ekonomi Setda Riza Pahlevi.
Dari hasil monitaring kali ini, Riza Pahlevi menjamin persediaan stok sembako di Bontang sampai bulan Januari dipastikan aman. Mengenai kenaikan harga, Riza Pahlevi mengatakan bahwa hanya sebagian kecil saja barang – barang kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan harga.
“Untuk harga sembako, hanya sebagian kecil saja yang mengalami kenaikan. Kenaikan harga itu pun tidak terlalu jauh, contohnya untuk beras kenaikan berkisar antara 5000 – 10000 rupiah dan gula berkisar 2000 – 3000 rupiah. Tapi, untuk barang – barang kebutuhan pokok yang lain tidak mengalami kenaikan. Jadi, bisa dikatakan secara umum harga sembako relatif stabil,” kata Riza Pahlevi.
Mengenai kenaikan harga beras, menurut Riza Pahlevi bisa jadi dikarenakan cuaca buruk yang belakangan ini kerap terjadi. Keadaaan tersebut mempengaruhi distribusi beras yang sebagian besar berasal dari pulau Jawa dan Makassar.
PENANGANAN KELUHAN- Peserta Diklat Penanganan Teknis Pelayanan Keluhan Masyarakat, menyimak pemaparan materi dari narasumber.
BONTANG- Badan Pelayanan Perijinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPTPM), menggelar Diklat Penanganan Teknis Pelayanan Keluhan Masyarakat, tanggal 10-11 Desember 2009 lalu. Diklat dengan narasumber dari LAN dn GTZ itu, berlangsung di Hotel Bintang Sintuk dan diikuti 35 peserta dari sejumlah SKPD yang bersentuhan langsung dengan pelayanan kepada masyarakat.
“Diklat penangana keluhan masyarakat secara baik dan benar yang dilaksanakan hari ini, merupakan penerjemahan dari reformasi birokrasi yang telah dicanangkan pemerintah beberapa waktu lalu. Penanganan keluhana masyarakat secara baik dan benar, merupakan salah satu bentuk pelayanan publik yang harus dilakukan pemerintah, sebagai upaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat,” tutur Kepala BPPTPM, Drs Fahrullah.
Menurut Fahrullah, penanganan keluhan masyarakat, merupakan salah satu titik lemah aparat pemerintah, yang harus mendapat perhatian dan perbaikan.
“Terkadang, keluhan masyarakat akan pelayanan yang didapatkan sat berurusan dengan masalah birokrasi, diabaikan. Sehingga, tidak ada upaya perbaikan. Ini merupakan titik kelemahan yang harus segera diperbaiki. Itulah tujuan Diklat Penanganan Keluhan yang dilaksanakan hari ini,” jelas Fahrullah.
Sementara itu, Wali Kota Sofyan Hasdam saat membuka Diklat Penanganan Keluhan Masyarakat mengatakan, penanganan keluhan merupakan pangkal dari pelayanan.
“Sebab, jika kita bisa menangani keluhan masyarakat secara baik dan benar, maka dengan sendirinya terjadi perbaikan pelayanan ke arah yang lebih baik. Dengan begitu, pelayanan prima sebagai wujud dari reformasi birokrasi, bisa tercapai,” ujar Sofyan Hasdam.
Dikatakan Sofyan, pelayanan prima adalah, bila kualitas pelayanan, melebihi harapan masyarakat.
“Contohnya saja, bila dalam mengurus perizinan ditetapkan waktu tiga dan ternyata, dalam prosesnya bisa selesai hanya dalam waktu satu hari saja. Hal seperti itulah yang diinginkan masyarakat dan dikategorikan sebagai bentuk pelayanan prima.Demikian juga saat mengurus KTP, KK dan semacamanya,” kata Sofyan Hasdam.
Ditambahkan Sofyan, aparat pemerintah yang bersentuhan langsung dengan pelayanan, harus peka dalam mendengar dan menangani keluhan.
“Celakanya, terkadang keluhan masyarakat, dinilai sebagai kritik. Sementara, tidak setiap orang siap menerima kritikan. Padahal, kritikan atau keluhan masyarakat, jika ditangani secara baik dan benar, muaranya adalah perbaikan pelayanan. Ini yang harus kita pahami bersama, demi tercapainya pelayanan prima kepada masyarakat,” tandas Sofyan Hasdam. (hms3)
BONTANG – Guna meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan dan pola hidup sehat, Pemerintah Kota Bontang melalui Radio Praja 102.3 FM meluncurkan Program Dokter Radio. Program ini merupakan dialog interaktif yang khusus membahas seputar masalah kesehatan yang akan diisi oleh dokter-dokter ahli.
Melalui program acara ini, masyarakat Kota Bontang dan sekitarnya bisa berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis yang hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut. Dokter spesialis yang dihadirkan setiap acara disesuaikan dengan tema yang selalu berganti setiap minggunya.
Ada yang menarik dari acara yang menghadirkan dokter spesialis sebagai narasumber ini, yaitu hadirnya Wali Kota Bontang dr H Andi Sofyan Hasdam SpS pada hari Selasa (2/2) lalu pukul 14.00 sampai 15.00 Wita. Kehadiran Sofyan Hasdam dalam acara tersebut bukanlah dalam kapasitasnya sebagai Wali Kota Bontang, tetapi sebagai seorang dokter sekaligus bertindak sebagai moderator dalam acara tersebut.
Menurut Sofyan Hasdam, acara ini bertujuan untuk lebih mendayagunakan dokter yang ada di Bontang sekaligus meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan. “Pada intinya, melalui acara ini kita ingin lebih mendayagunakan dokter-dokter yang ada. Jadi, selain memberikan pelayanan dan pengobatan kepada masyarakat di rumah sakit, dokter tersebut juga bisa memberikan konsultasi kesehatan kepada masyarakat melalui acara ini. Sehingga kedepannya, kita harapkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan dan kesadaran tentang pola hidup sehat semakin meningkat,” jelas Sofyan Hasdam.
Masyarakat yang ingin berkonsultasi melalui acara ini bisa mendengarkan siaran Dokter Radio yang disiarkan setiap hari Selasa jam 14.00 – 15.00 Wita dan siaran ulang hari Minggu jam 09.00-10.00 Wita. Permasalahan kesehatan yang ingin dikonsultasikan bisa melalui telepon di telpon nomor (0548) 21212 dan 24445 etxn 152 atau melalui sms di 085250887088. (Hms6)
BONTANG - Demi menjaga ketertiban, kebersihan dan keindahan kota. Pemkot Bontang melalui Badan Kesatuan dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) serta Satpol-PP akan melakukan penertiban terhadap spanduk maupun baliho-baliho yang tidak memilki ijin yang dipasang diseluruh wilayah Kota Taman.
Hal ini terungkap dalam rapat tentang sosialisasi surat edaran Peraturan Wali Kota (Perwali) Bontang Nomor 20 Tahun 2008 tentang tata cara, lokasi, dan perijinan penyelenggaraan reklame, yang berlangsung di ruang Rapat “Bessai Berinta” lantai II Kantor Wali Kota Bontang Kamis (27/1) pekan lalu.
Plt Sekretaris Daerah Kota Bontang H Abdul Azizs SE MM dalam arahannya mengatakan, Pemkot melalui Badan Kesbang Linmas, merasa perlu mengatur, menertibkan dan mengendalikan kegiatan-kegiatan Parpol yang berkaitan dengan spanduk maupun baliho, demi menjaga ketentraman dan ketertiban umum.
“Maraknya pemasangan spanduk dan baliho, baik dari Parpol maupun pribadi Calon Wali Kota (Cawali) dalam menyongsong Pilwali akhir 2010, maka diperlukan pengaturan, agar tidak mengganggu penataan keindahan kota, kenyamanan, keamanan dan keselamatan masyarakat. Hal itu sesuai dengan Perwali Bontang No. 20 Tahun 2008,” jelasnya.
Abdul Azizs berharap, semua pihak berpartisipasi menjaga dan mewujudkan Motto Kota Bontang sebagai kota yang tertib, agamis, mandiri, aman dan nyaman (Taman). “Penertiban baliho dilakukan salah satunya untuk menciptakan wajah kota yang lebih estetis dan tertib reklame. Yang tak lain untuk menyamakan presepsi atau pandangan kita dengan menyelaraskan dengan peraturan yang ada, demi penataan kota yang baik sehingga Bontang ke depan akan lebih tertib lagi dalam penyelenggaraan reklame dan lebih estetis,” kata Azizs.
BONTANG- Peringatan Hari Ibu (PHI) ke 81, Selasa (22/12) kemarin, di Halaman Kantor Wali Kota Bontang, berlangsung khidmat dan lancar. Berbeda dengan Upacara PHI sebelumnya, tahun ini, PHI murni diprakarsai kaum ibu. Inspektur upacara dan seluruh petugas upacara seluruhnya melibatkan kaum ibu.
Peringatan Hari Ibu, merupakan salah satu upaya untuk mengenang dan menghargai kaum perempuan yang telah berperan dalam Kongres Perempuan Indonesia I pada tanggal 22 Desember 1928 di Jogyakarta. Dimana, kaum perempuan juga ikur berjuang mencapai Indonesia merdeka dan terus mempertahankannya, ucap dr Hj Neni Moerniaeni SpOG Ketua Gabungan Organisasi Wanita yang juga Ketua DPRD Bontang, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, membacakan sambutan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari S.IP.
Banyak hal yang telah kita capai, namun banyak juga yang masih harus diperbaiki. Contohnya saja, angka kematina ibu dan angka kematin anak yang masih cukup tinggi. Harusnya, kita bisa menekan AKI dan AKA hingga nol persen. Ini merupakan tantangan kita bersama khususnya kaum ibu, untuk menekan AKI dan AKA dengan cara memberi pemahaman kepada ibu hamil, aga selalu menjaga kesehatan, ujar Neni Moerniaeni.
Selain menyoroti AKI dan AKA, dokter spesialis kandungan itu juga menyampaikan keprihatinnya terhadap dampak dari kemajuan global, dimana terjadi pergeseran nilai yang membuat sebagian remaja, berprilaku kurang terpuji.
TRANSPARANSI dan akuntabilitas merupakan hal yang sangat penting dalam hal pengolaan keuangan daerah. Salah satu upaya yang telah dilakukan Pemkot Bontang untuk mendukung hal tersebut adalah dengan pelaksanaan proses pengadaan barang dan jasa pemerintah secara elektronik atau yang lebih dikenal dengan istilah E-Procurement (e-proc). Proses pengadaaan barang dan jasa yang memanfaatkan fasilitas teknologi komunikasi dan informasi ini akan lebih meningkatkan dan menjamin terjadinya efesiensi, efektifitas, transparansi dan akuntabilitas dalam pembelanjaan uang negara. Selain itu, untuk efisiensi anggaran, melalui e-proc ini diharapkan proses tender atau lelang proyek akan bisa terbebas dari unsur KKN. Kepala Bagian Evaluasi Pembangunan Pemkot Bontang Ir Aji Erlynawati MT mengungkapkan, bagi para rekanan atau penyedia barang dan jasa yang ingin mengikuti pengadaan barang dan jasa di Pemkot Bontang dapat melalui e-proc ini. Selanjutnya dapat mengikuti langkah-langkah proses pelelangan yang telah ditentukan.
"Setelah menyimak tentang profil Kota Bontang, banyak hal yang menjadi catatan kami di kota ini. Seperti misalnya, pembebasan terhadap seluruh biaya kesehatan di Bontang dan pelaksanaan Jamkesda, mulai dari kebijakan, aturan yang mendasari, serta pengelolaan Jamkesda tersebut. Hal ini cukup luar biasa, kami merasa kecil. Hal ini akan menjadi masukan yang sangat berharga untuk kami angkat dan diterapkan di Bualemo," ungkap Junus Alam SPd, Asisten I Kabupaten Bualemo, mengawali perkenalannya sekaligus memuji Bontang yang dilihatnya jauh lebih maju dibanding Bualemo.
AWARD K3. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi HA Muhaimin Iskandar saat menyerahkan Award K3 kepada Wali Kota Bontang Sofyan Hasdam.
Wali Kota Bontang Sofyan Hasdam menyambut baik award tersebut dan berharap kepada seluruh peruasahaan yang ada di Kota Bontang agar dapat lebih termotivasi dalam upaya meningkatkan K3 disetiap kegiatan perusahaan.
Pemerintah Kota Bontanghttp://www.bontangkota.go.id - All Right ReservedCopyright © 2009, PDE (EVBANG) Jl. Awang Long No. 1 Kota Bontang No. 1, Telp. (0548) 24445 Ext. 316, Bontang