Pendapatan Regional

PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO

Hingga saat ini sub sektor migas masih merupakan andalan bagi pembentukan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota  Bontang, dengan kontribusi sebesar 97,21 % pada tahun ini. Pada tahun 2008 laju pertumbuhan PDRB sebesar 0,12 %  (dengan migas) sedangkan tanpa migas mengalami pertumbuhan sebesar 3,15 %.Peningkatan laju pertumbuhan PDRB  (dengan migas) yang tidak signifikan ini terjadi karena penurunan produksi gas yangdiolah oleh PT Badak NGL.

Sedangkan  sektor ekonomi lainnya mengalami pertumbuhan diatas lajupertumbuhan agregat. Diantaranya tertinggi adalah 
sektor Perdagangan, restoran dan Hotel sebesar 5,01 %, sektor Bangunan dan Konstruksi sebesar 4,53 %, sektor  Keuangan,Persewaan dan Jasa Perusahaan sebesar 3,55 %, sektor Listrik, Gas dan Air Minum sebesar 3,07 %, sektor Pengangkutan dan Komunikasi sebesar 3,06 %, sektor Jasa-jasa sebesar 2,71 %, dan sisanya sector pertanian dan Pertambangan meningkat dengan Dan hanya sektor Industri Pengolahan yang berada dibawah laju agregat yaitu sebesar  minus 0,18 %

Laju pertumbuhan ekonomi Kota Bontang dari tahun ke tahun jika dilihat tanpa migas ternyata cukup berfluktuasi, dengan pertumbuhan, 4,06 % tahun 2002, minus 3,96 % tahun 2003, minus 0,07 % tahun 2004, 6,50 % tahun 2005, 4,86% tahun 2006, 4,81 % tahun 2007, dan 3,15 % tahun 2008

Dengan jumlah penduduk pertengahan tahun sekitar 133.512 jiwa, pendapatan perkapita atau pendapatan yang diterima penduduk Kota Bontang pada tahun 2008 sebesar Rp 480.010.938,44 (dengan migas) yang berarti tumbuh sebesar 45,81 % dibandingkan tahun sebelumnya, sedangkan pendapatan perkapita tanpa migas pada tahun 2007 sebesar Rp 37.149.079,94 atau tumbuh sebesar 4,49 %  dari tahun sebelumnya.

Copyright@2011 l Bagian Evaluasi Pembangunan, Sekretariat Daerah

Jln. M. Roem No. 1 Bontang Lestari, Kota Bontang-Kaltim

Blue joomla theme by Template Joomla