Aspek Geografi

ASPEK GEOGRAFI


Kota Bontang terletak di antara titik 0o 01’ – 0o 12’ Lintang Utara dan 117o23’ – 117o38’ Bujur Timur. Wilayah Kota Bontang didominasi oleh lautan. Kota Bontang memiliki wilayah daratan seluas 147,8 km2 (29,3%) dan luas wilayah lautan 349,77 km2 (70,3%), sedangkan luas wilayah seluruhnya 497,57 km2. Secara administrasi, semula Kota Bontang merupakan kota administratif sebagai bagian dari Kabupaten Kutai dan menjadi Daerah Otonom berdasarkan Undang-Undang No. 47 Tahun 1999 tentang pemekaran Propinsi dan Kabupaten, bersama-sama dengan Kabupaten Kutai Timur, Kutai Barat dan Kabupaten Kutai Kertanegara. Sejak disahkannya Peraturan Daerah Kota Bontang No. 17 tahun 2002 tentang Pembentukan Organisasi Kecamatan Bontang Barat, pada tanggal 16 Agustus 2002, Kota Bontang terbagi menjadi 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Bontang Selatan, Kecamatan Bontang Utara, dan Kecamatan Bontang Barat. Kecamatan Bontang Selatan memiliki wilayah daratan paling luas (104,40 km2), disusul Kecamatan Bontang Utara (26,20 km2) dan Kecamatan Bontang Barat (17,20 km2). Kota Bontang memiliki letak yang cukup strategis yaitu terletak pada jalan trans-Kaltim dan berbatasan langsung dengan Selat Makassar, sehingga menguntungkan dalam mendukung interaksi wilayah Kota Bontang dengan wilayah lain
di luar Kota Bontang.


Luas dan Batas Wilayah Administrasi

Luas dan Batas Wilayah Administrasi Kota Bontang semula merupakan bagian dari Kabupaten Kutai dan menjadi daerah otonom berdasarkan Undang – Undang No. 47/1999 tentang Pemekaran Provinsi dan Kabupaten, bersama – sama dengan Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Kutai Kertanegara. Luas wilayahnya 495,57 km2 atau hanya 0,0038 dari luas wilayah Provinsi Kaltim. Oleh karenanya Kota Bontang merupakan daerah otonomi dengan luas wilayah terkecil di Kalimantan Timur. Secara astronomi terletak di antara 117023’ – 117038’ Bujur Timur dan antara 0001’ – 0012’ Lintang Utara. Dilihat dari posisi geostrategisnya Kota Bontang terletak di pesisir tengah Kalimantan Timur menghadap langsung ke Selat Makasar yang merupakan ALKI II, berbatasan dengan dengan Kabupaten Kutai Timur di sebelah utara dan barat, dan Kabupaten Kutai Kartanegara di sebelah selatan.

Luas wilayah Kota Bontang yang hanya 497,57 km2 tersebut terdiri dari wilayah laut seluas 347,77 km2 (69,9%) dan wilayah darat seluas 149,80 km2 (30,10%). Sejak disahkannya Peraturan Daerah Kota Bontang No. 17/2002 tentang Pembentukan Organisasi Kecamatan Bontang Barat pada 16 Agustus 2002, Kota Bontang terbagi menjadi 3 (tiga) kecamatan, yaitu Kecamatan Bontang Selatan, Kecamatan Bontang Utara, dan Kecamatan Bontang Barat. Luas masing-masing kecamatan yaitu Kecamatan Bontang Selatan seluas 104,40 km2, Kecamatan Bontang Utara seluas 26,20 km2, dan Bontang Barat seluas 17,20 km2.

Kota Bontang terletak pada jalan trans-Kaltim dan berbatasan langsung dengan selat Makassar, sehingga menguntungkan dalam mendukung interaksi wilayah kota Bontang dengan wilayah lain di luar Kota Bontang.

Klimatologi

Wilayah Kota Bontang memiliki iklim tropis seperti iklim di wilayah Indonesia lainnya, yaitu kemarau dan penghujan. Musim kemarau biasanya terjadi pada Mei sampai dengan Oktober, sedangkan musim penghujan terjadi pada November sampai dengan April. Selain itu, iklim Kota Bontang yang terletak di daerah khatulistiwa dipengaruhi oleh angin Muson Barat (November – April) dan angin Muson Timur (Mei – Oktober). Namun, beberapa tahun terakhir ini perubahan dari kemarau ke musim hujan tidak jelas sehingga curah hujan di Kota Bontang cenderung rata sepanjang tahun.

Kota Bontang merupakan salah satu kota di Indonesia yang dilalui Garis Khatulistiwa dengan suhu udara rata-rata tertinggi sebesar 28,50°C pada bulan Agustus dan terendahnya 25,50°C pada bulan April. Rata-rata kelembaban udara tertinggi 82,86% pada bulan Juli dan terendahnya 75,00% pada bulan Oktober. Rata-rata kecepatan angin antara 12,75 Mph hingga 17,23 Mph. Curah hujan ratarata selama tahun 2015 adalah 145,05 mm dan 21,75 hari hujan, dengan intensitas terbesar terjadi pada bulan Januari dengan curah hujan mencapai 324,5 mm