DSP3M Gelar Pembukaan Pelatihan Konvensi Hak Anak Untuk Instansi dan Stakeholder

(Bontang, 21 November 2017). Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat menggelar Pembukaan Pelatihan Konvensi Hak Anak Untuk Instansi dan Stakeholder pada Selasa (21/11/17) pagi di Pendopo Walikota Lama, Jalan Awang Long.

Pelatihan yang di gelar selama 2 hari tersebut dibuka oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Reza Pahlevi mewakili Walikota Bontang, serta dihadiri oleh beberapa Kepala OPD, perwakilan Kepala Kemneterian Agama, narasumber, peserta pelatihan dan tamu undangan.

Dalam laporan Ketua Panitia, Abdu Safa Muha menuturkan anak ialah generasi penentu masa depan bangsa, sehingga sangat penting untuk mencegah terjadinya degradasi moral sejak dini pada anak.

“Kita perlu sama-sama tahu bahwa anak ialah generasi penentu masa depan bangsa, sehingga sangat penting untuk mencegah terjadinya degradasi moral sejak dini pada anak. Masalah degradasi moral anak merupakan hal yang pelik dan sulit dicegah kecuali ada peran aktif orang tua dan lingkungan sekitarnya,” tutur Abdu Safa Muha.

“Oleh karena itu, baik itu orang tua, lingkungan maupun lembaga-lembaga dan stakeholder harus selaraskan tujuan untuk membentengi anak dari pengaruh negatif perkelahian, penindasan, kekerasan seksual, maupun diskriminasi yang dapat mengikis moral anak,” lanjutnya.

Senada, dalam sambutan Walikota yang dibacakan oleh Reza Pahlevi menuturkan dengan adanya pelatihan ini diharapkan setiap lembaga maupun stakeholder dapat berperan aktif meningkatkan perlindungan terhadap anak.

“2 tahun berturut –turut Kota Bontang meraih penghargaan Kota Layak Anak , yakni di tahun 2015 dengan kategori Pratama dan tahun 2017 dengan kategori Madya. Kita dapat melihat bahwa hal tersebut merupakan salah satu tolok ukur bahwa Pemerintah Kota Bontang berada di jalur yang benar dalam pemenuhan hak anak. Namun, letak prioritasnya bukan pada penghargaannya, tetapi bagaimana aplikasi yang diterapkan langsung di masyarakat,”jelasnya.

“Diskriminasi, eksploitasi, penganiayaan, kekerasan seksual maupun kejahatan-kejahatan lainnya yang dapat membatasi hak anak untuk berkembang harus kita berantas. Saya berharap dengan adanya kegiatan pelatihan ini diharapkan setiap lembaga maupun stakeholder dapat berperan aktif serta menyadari kewajiban masing-masing kita untuk meningkatkan perlindungan terhadap anak ,” harapnya.

Lebih lanjut, Beliau mengungkapkan rasa terima kasihnya terhadap seluruh pihak yang telah berapartisipasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta membukanya secara resmi.

“Terima kasih atas seluruh unsur yang telah terlibat untuk mewujudkan kegiatan ini. Semoga melalui kegiatan ini, pemenuhan hak anak di Kota Bontang akan semakin optimal seiring dengan terwujudnya visi dan misi Kota Bontang. Akhir kata, saya membuka acara ini secara resmi dan selamat mengikuti pelatihan bagi seluruh peserta,” tutupnya.

PPID Kota Bontang