BPBD Tingkatkan Kesigapan Hadapi Bencana di Kota Bontang

(Bontang, 22 November 2017). Masalah banjir yang baru terjadi, menjadi topik perbincangan hangat masyarakat Kota Bontang. Pasalnya bencana banjir cukup merugikan masyarakat. Oleh karena itu, Pemkot Bontang melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) sebagai perangkat daerah yang menangani masalah bencana alam, turut ambil bagian dalam pemberian maupun penyaluran bantuan bagi korban banjir.

Ditemui di ruangannya, A.Yani selaku Kepala BPBD mengungkapkan setiap ada bencana selalu diadakan evaluasi dan rapat sehingga bencana dapat diatasi secara maksimal.

“Seperti yang kita ketahui bersama, banjir ini adalah banjir kiriman dan kami dari pihak BPBD selalu berusaha yang terbaik. Setiap ada bencana kami akan selalu adakan rapat dan evaluasi untuk menemukan penyebab dan solusinya. Selain itu kami juga melakukan inovasi dengan menggelar berbagai sosialisasi dan pelatihan di sekolah-sekolah, RT, maupun lembaga yang ada. Alhamdullilah, tahun ini bencana yang terjadi sudah berkurang, hanya sekitar 5 bencana jika dibandingkan dengan data-data bencana tahun-tahun sebelumnya yang mencapai hingga 170 bencana di tahun 2015 dan 121 bencana di tahun 2016. Hal ini tentu karena adanya kesadaran masyarakat yang meningkat,” ungkap A. Yani.

Dalam mengatasi masalah banjir tersebut, A. Yani menjelaskan bahwa pihaknya turut memberikan bahkan menyalurkan bantuan untuk masyarakat korban banjir.

“Tentu saat banjir terjadi, masyarakat akan panik dan khawatir, apalagi kondisi banjir yang semakin tinggi dan curah hujan beberapa hari kemarin cukup tinggi. Namun pihak kami tidak diam saja, kami mendata bahkan memberikan dan menyalurkan bantuan bagi masyarakat lewat posko-posko yang didirikan. Salah satunya Posko Induk di telihan,” jelasnya.

“Ada 1 warga juga yang terkena DBD, akibat banjir kemarin. Oleh karena itu, kami langsung bekerja sama dengan Dinkes untuk memberikan pengobatan bagi pasien yag langsung dibawa ke Rumah Sakit Yabis serta melakukan vogging di area sekitar rumah pasien DBD,” lanjutnya.

“Setiap bencana yang disebabkan oleh alam, tentunya berkaitan erat dengan manusia. Oleh karena itu, sebagai manusia kita juga harus menjaga alam kita. Kedepannya BPBD akan semakin meningkatkan kesigapan dalam menangani bencana di Kota Bontang baik lewat sosialisasi maupun pelatihan. Semoga lewat setiap bencana yang terjadi, kita semakin menghargai alam dan berwaspada serta tidak membuang sampah sembarangan,” tutupnya.

PPID Kota Bontang