Pemkot Bontang bersama BPJamsostek Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan Bagi ASN, Optimalkan Perlindungan Jaminan Sosial ketenagakerjaan

(Bontang, 1 Juli 2020). Guna mengoptimalkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja di Kota Bontang, Pemerintah Kota Bontang bekerja sama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) menggelar Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN), di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Rabu (1/7/2020).

Sosialisasi ini dihadiri seluruh Asisten, Staf Ahli, serta jajaran Kepala Badan dan Dinas di lingkungan Pemkot Bontang.

Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, membuka sosialisasi tersebut. Dalam sambutannya ia menilai BPJamsostek memiliki asas manfaat untuk melindungi diri pribadi khususnya ASN. Neni mengimbau namun setiap ASN agar memproteksi diri melalui BPJamsostek, baik suami maupun istri.

“Jadi semua honor, pasukan kuning, penggali kubur, termasuk pengurus RT kita sudah ikut sertakan ke BPJamsostek ini. Dan ketika kemarin ada satu yang meninggal dunia dapat Rp. 42 juta,” kata Neni.

“Apa yang ditawarkan BPJamsostek tidak ada paksaan, tetapi bagaimana ada perlindungan buat kita,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor BPJamsostek Cabang Bontang Muhammad Ramdhoni menjelaskan sesuai amanat dari UU 40/2004 BPJamsostek memiliki program melindungi pekerja seluruh Indonesia termasuk di Kota Taman baik pekerja swasta, PNS, maupun TKD, bahkan sampai ke tingkat RT.

Muhammad Ramdhoni menyebut Program BPJamsostek adalah program tambahan bagi para ASN selain Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Taspen).

Terdapat beberapa program yang dimiliki BPJamsostek, diantaranya program jaminan kematian, jaminan kecelakaan kerja, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun.

Untuk ASN sendiri, diterangkannya, sudah terkover dua program yang dilaksanakan oleh Taspen, yaitu jaminan hari tua dan jaminan pensiun.

Sesuai dengan PP 70, sambungnya, ASN juga sudah terkover dengan program kecelakaan kerja dan program kematian. “Tentunya, program BPJamsostek adalah program tambahan bagi para ASN itu sendiri,” sambungnya.

Namun demikian, ada perbedaan antara Taspen dengan BPJamsostek. Taspen mengeluarkan jaminan kecelakaan kerja terbatas pada saat melaksanakan tugas. “Kalau kecelakaan dari rumah menuju tempat kerja kemudian tempat kerja menuju rumah, mereka (Taspen) tidak mengkover namun dikover Jasaraharja,” ujarnya.

Sedangkan, BPJamsostek mengkover keseluruhan, mulai berangkat dari rumah menuju tempat kerja, melaksanakan tugas, hingga berangkat kembali ke rumah.

“Untuk ke depan, kita memiliki manfaat yang lebih besar karena diatur PP no. 82/2019, bahwasanya jika terjadi kecelakaan kerja untuk semua peserta ini akan mendapat biaya sampai sembuh, kemudian mendapatkan santunan sementara tidak mampu bekerja selama dirawat di rumah sakit, dan apabila terjadi risiko meninggal pada saat melakukan tugasnya maka akan mendapatkan 48 dikali upah yang dilaporkan ditambah beasiswa untuk dua orang anak hingga tingkat perguruan tinggi,”

Sementara jika terjadi kematian bukan karena kecelakaan kerja maka ahli waris akan mendapat santunan sebesar Rp. 42 juta. Adapun iuran per bulan yang dibayarkan ASN peserta BPJamsostek yaitu sebesar Rp. 16.200.

“Itu bapak/ibu pentingnya program kami, dengan iuran yang diberikan oleh ASN itu sendiri sebesar Rp. 16.200 per bulan. Itu dirasa sangat murah sekali dan manfaatnya juga cukup besar bagi para pekerja,” pungkasnya.

Usai penyampaian materi sosialisasi, kegiatan ini ditutup dengan penyerahan secara simbolis kartu peserta BPJamsostek oleh Kepala Kantor BPJamsostek Cabang Bontang. (kmf_ag)

PPID Kota Bontang