Cegah Stunting, Wali Kota Bontang Launching Insting Mitra KPI Berdaya 2020

(Bontang, 4 Maret 2020). Gerakan cegah stunting di Kota Bontang semakin meluas, kolaborasi multisektoral antara Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), swasta, hingga individu pun terus digalakkan.

Terkini, Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, melauncing Insting Mitra KPI Berdaya 2020 (Intervensi Stunting Kemitraan KPI Melalui Pemberdayaan Masyarakat) Posyandu Mekar Sari dan Posyandu Mawar Kelurahan Berbas Pantai, Rabu (4/3/2020).

Di kesempatan itu, Neni menyampaikan apresiasi kepada PT. Kaltim Parna Industri (KPI) selaku pemilik CSR yang bersinergi melakukan intervensi stunting di Kelurahan Berbas Pantai meski buffer zone PT. KPI berada di wilayah Bontang Utara.

Dijelaskan Neni, stunting merupakan gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu lama. Akibatnya, pertumbuhan anak tidak hanya terganggu (bertubuh pendek/kerdil), melainkan juga terganggu perkembangan otak. Selain faktor gizi, sanitasi yang buruk turut menjadi penyebab utama stunting.

Untuk itu, kedepannya upaya pencegahan stunting melalui CSR perusahaan tidak hanya dilakukan dengan pendampingan kader Posyandu saja, namun juga menyelesaikan masalah sanitasi. Mengingat capaian penyelesaian sanitasi tersisa 38 persen.

“kalau masalah sanitasi tidak selesai, maka stunting (juga) tidak selesai,” kata Neni.

Sementara itu, data prevalensi stunting 2018 di Kota Bontang ditemukan pada 6 Lokus, yaitu Kelurahan Bontang Lestari (0,86 %), Kelurahan Tanjung Laut Indah (0,85 %), Kelurahan Berbas Tengah (0,74 %), Kelurahan Tanjung Laut (0,74 %), Kelurahan Gunung Telihan (0,70 %), dan Kelurahan Berbas Pantai (0,70 %).

Di akhir arahannya, Neni berpesan bagi ibu hamil untuk memakan makanan yang bergizi diantaranya ikan dan sayuran serta menjaga kesehatan lingkungan.

“Program ini sangat selaras dengan program kita (Pemkot Bontang) tentunya untuk mewujudkan zero stunting. Oleh karena itu, Bunda (Neni Moerniaeni) mengucapkan terima kasih kepada PT. KPI dan yang berperan aktif para kader Posyandu dan Ketua RT,” pungkasnya.

Sementara, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes, Jamila Suyuti, SKM, berharap dari kurun enam bulan ke depan, program Insting Mitra KPI Berdaya 2020 dapat diukur keberhasilannya untuk meningkatkan edukasi masyarakat, serta kondisi bayi dapat terpantau.

Selanjutnya, adanya perbaikan dari sarana dan prasarana yang masuk dalam frame work yang disepakati bersama antara Dinkes dengan PT. KPI, dan nantinya akan ikut terbina melalui Puskesmas Bontang Selatan 2.

Perwakilan GM PT. KPI, Budi Hermawan menjelaskan kegiatan ini merupakan  kerja sama CSR PT. KPI dengan Dinkes dalam rangka ikut menyukseskan program Pemkot Bontang dalam menurunkan angka stunting. Ia berharap partisipasi warga sekitar dalam program ini. Sebab, menurutnya, tanpa partisipasi dari warga maka program tersebut tidak berjalan dengan baik.

Hadir pada launching tersebut, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat selaku Ketua Pokjanal posyandu, Lurah Berbas Pantai beserta jajaran, Ketua RT, dan para kader Posyandu.

Launching ini ditutup dengan membubuhkan cap tangan sebagai tanda komitmen mendukung program intervensi stunting dan penyerahan secara simbolis antropometri. (kmf_ag)

PPID Kota Bontang

📷 Rusdien/Kominfo
✍ Andrew/Kominfo