Bersama BAZNAS, Wali Kota Bontang Salurkan Batuan Kepada Korban Kebakaran

(Bontang, 26 Februari 2020). Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, menyerahkan bantuan dana dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bontang untuk korban kebakaran yang terjadi pekan lalu.

penyaluran bantuan dana ini diterima langsung para Kepala Keluarga (KK) korban kebakaran di dua lokasi berbeda, yakni tiga KK di Jl. Pontianak 3 Kelurahan Gunung Telihan, dan dua KK di Jl. KS. Tubun Kelurahan Bontang Kuala.

Ditemui usai menyerahkan bantuan, Neni Moerniaeni menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan gerakan sosial kemasyarakatan yang bersumber dari dana zakat yang meliputi zakat seluruh ASN serta kepala daerah.

“Alhamdulillah, dari Pemkot Bontang selalu memberikan perhatian, dan saat ini kita memberikan bantuan dari zakat. Zakat juga merupakan bagian dari hasil yang kita kumpulkan dari semua pegawai yang ada di Kota Bontang, termasuk wali kota,” kata Neni.

Dijelaskan, bantuan dana yang diserahkan sebesar Rp. 1,5 juta untuk setiap KK korban kebakaran. Selain itu, Pemkot Bontang bersama BAZNAS juga menyalurkan bantuan berupa bedah rumah senilai Rp 25 juta/unit kepada 15 rumah. Termasuk rumah korban kebakaran saat ini yang nantinya diupayakan untuk mendapat bantuan bedah rumah.

Terakhir, ia mengimbau kepada warga Kota Taman agar selalu waspada serta menjaga keamanan saat menggunakan peralatan yang rentan mengakibatkan kebakaran, seperti memeriksa selang tabung gas LPG pada kompor dan menghindari korsleting listrik.

Sementara, Ketua Baznas Kota Bontang H. Kuba Siga, mengatakan penyerahan bantuan ini merupakan SOP dan bersifat stimulan.

Di samping itu, pihaknya menekankan bantuan yang lebih permanen berbentuk rumah tinggal. Sebab menurutnya, kebakaran tersebut secara seketika dapat memiskinkan korbannya, sehingga diperlukan bantuan guna membangun kembali rumahnya untuk hidup layak.

“Secara umum (nilai bantuan untuk korban) sama, kemudian kita melihat daripada rumah tinggalnya itu. Apakah dia (korban) butuh bantuan untuk rehab,” ujar Kuba.

“Kami berikan Rp. 1,5 juta (per KK), tetapi untuk rehab nanti sekitar Rp. 25 juta per rumah,” imbuhnya. (kmf_ag)

PPID Kota Bontang

📷 Andrew/Kominfo
✍ Andrew/Kominfo