Wali Kota Bontang Buka Enviromen Talk Jakstrada, Neni Moerniaeni: Change Behaviour is Very Difficult, Not Easy But Must Do It

(Bontang, 18 Februari 2020). Sampah, khususnya berbahan plastik menjadi masalah global dewasa ini mendapat perhatian lebih dari banyak negara. Sebagai material yang butuh waktu lama untuk terurai, produk berbahan plastik akan terus ada dan menumpuk di dunia dalam waktu yang lama.

Berangkat dari masalah itu, Pemerintah Kota Bontang berkomitmen mengurangi penggunaan produk plastik sekali pakai. Hal itu tegaskan langsung Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, melalui sambutannya saat membuka acara Enviromen Talk bertema “Peran Serta Stakeholders Dalam Percepatan Jakstrada (Kebijakan dan Strategi Daerah) Pengelolaan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga di Kota Bontang”.

Di hadapan peserta, ia berpesan agar tidak menyerah dalam melestarikan lingkungan. Sebab, menurut Neni, mengubah perilaku masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan bukan perkara mudah.

“Hari ini, kita datang bersama ke tempat (Rujab) ini dalam satu komitmen bahwa kita tidak boleh menyerah dalam melestarikan lingkungan. Karena mengubah perilaku itu tidak mudah, change behaviour is very difficult, not easy but must do it,” ujar Neni di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Jl. Awang Long Kecamatan Bontang Utara, Selasa (18/2/2020) pagi.

Pemkot Bontang, diterangkannya, telah berupaya mengurangi sampah plastik sekali pakai. Upaya tersebut diantaranya mengesahkan Perwali Nomor 30 Tahun 2018 Tentang Pengurangan Penggunaan Produk Plastik Sekali Pakai. Dimana dalam Perwali yang efektif 1 April 2019 tersebut melarang penggunaan sedotan, kantong plastik, dan styrofoam.

Namun demikian, lanjutnya, kenyataan di lapangan masih banyak masyarakat yang masih menggunakan produk plastik sekali pakai, terutama kantong plastik. Untuk itu, ia pun mengajak seluruh hadirin agar bijak dalam menggunakan produk plastik sekali pakai dimulai dari tingkat rumah tangga.

Tidak hanya itu, upaya lain yang dilakukan Pemkot Bontang yakni memberdayakan warga Bontang dengan cara membeli sampah organik untuk selanjutnya diolah menjadi pupuk kompos. 

Lebih jauh, ia juga mengimbau untuk menjaga lingkungan mengingat Kota Taman bukanlah kota kaya sumber daya alam dan target Kota Bontang bebas sampah 2025 dapat tercapai.

Terakhir, Wali Kota Neni menutup sambutannya dengan sebait pantun. ”Buah semangka disimpan di dalam lemari es, selamat menjaga lingkungan semoga sukses,” tutupnya.

Diinformasikan, Enviromen talk tersebut diinisiasi Komunitas Peduli Sampah Bontang dalam rangka menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020 yang jatuh setiap 21 Februari. Kegiatan ini melibatkan pihak pemerintah, swasta, komunitas dan akademisi.

Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk mengajak seluruh pihak untuk kesamaan langkah dan kepedulian sehingga diharapkan HPSN 2020 dapat menjadi katalis dan medium sinergi nasional untuk meningkatkan dampak positif dan peningkatan kualitas pengelolaan sampah di Indonesia.

Kegiatan ini ditutup dengan deklarasi Laut Bukan Tempat Sampah, dan rencana pembentukan Pokja peduli sampah. (kmf_ag)

PPID Kota Bontang

📷 Rusdien/Kominfo
Andrew/Kominfo