Lewat Musrenbang, Kelurahan Telihan Fokus Pada Infrastruktur

(Bontang, 25 Januari 2020) Penyampaian aspirasi warga dalam aspek pembangunan, kembali diadakan dalam kegiatan Musrenbang 24 Januari 2020 jumat malam tadi bertempat di kantor Kelurahan Gunung Telihan. Acara Musrembang Kelurahan Gunung Telihan ini dihadiri oleh  lurah dan jajarannya, para ketua RT, tokoh masyarakat dan perwakilan DPRD, beberapa OPD Kota Bontang dan tidak ketinggalan Walikota Bontang.

Forum ini dipimpin langsung oleh Lurah Gunung Telihan, Hamdani. Dalam hasil diskusi sebelumnya, terdapat 45 item yang terkumpul dari masing-masing ketua RT. Dari 45 item tersebut dibuatlah daftar urutan kegiatan prioritas kelurahan menurut perangkat daerah Pemerintah Kota Bontang tahun 2021.

3 usulan kegiatan prioritas utama diantaranya, rehabilitasi turap atau terasiring, peningkatan jalan dan pelebaran parit di Jl. Asmawarman samapai kanaan dan pembutan resapan air di RT 25 dan RT 29 Kelurahan Gunng Telihan.

Walikota Bontang Neni Moerniaeni, yang juga menghadiri Musrenbang Kelurahan Gunung Telihan menyampaikan bahwa saat ini Pemerintah Bontang sedang fokus terhadap infrastruktur untuk penanganan banjir. Bahkan Bontang akan menjalin kerjasama atau MOU dengan Universitas di Belanda untuk mengatasi masalah banjir di Bontang. MOU ini nantinya tidak boleh dilaksanakan government to government, karena apabila melalui pemerintahan, maka harus melewati Pemerintah RI. Maka program ini merupakan kerjasama university to university, yaitu Universitas Twente dan Universitas Mulawarman.

“Belanda itu ada dibawah laut, tapi bebas dari banjir. Dan tidak salah jika kita minta bantuan kepada Belanda, dan insyaalah dibantu.” Ucap Bunda Neni

Dalam penyampaiannya, kerjasama ini sendiri memang merupakan program dari Belanda.

“insyaallah MOU nya bulan Maret. Dan saya sampaikan, memang untuk memecah air supaya tidak masuk ke Telihan juga ke Bontang kita harus membangun waduk suka rahmat. Memang membutuhkan lahan sekitar 100 hektar. Dan tahun ini ada alokasi dananya dari provinsi. Karena memang menjadi urusan provinsi.” Imbuhnya. (FR)