Musrenbang Tingkat Kelurahan Berbas Pantai, Dorong Potensi Pariwisata

(Bontang, 22 Januari 2020). Kelurahan Berbas Pantai baru saja merampungkan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan, Senin (21/1/2020) malam. Musyawarah ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.Og.

Beberapa tahun lalu, Berbas Pantai identik dengan citra miring. Keberadaan lokalisasi seolah mengamini citra tersebut. Dalam masa pemerintahan Wali Kota Neni, Kelurahan Berbas Pantai kian berbenah. Kini Berbas Pantai ramai dengan objek wisata di pesisir pantai.

Diresmikannya Mangrove Park, disusul pembangunan rumah-rumah makan, juga pusat kuliner terpadu, menyusun ulang citra kelurahan ini. Sejak pagi hingga malam hari, pengunjung tak kunjung sepi. Menikmati semilir angin malam ditemani masakan khas Sulawesi yang semakin digemari.

Seolah tak ingin kehilangan momentum. Sejak lesunya geliat industri, pemerintah kian serius menggarap Berbas Pantai. Pariwisata akan menjadi ruh baru perekonomian Bontang. Sebagaimana disampaikan Wali Kota Neni dalam Musrenbang bertajuk “Menyinergikan Seluruh Potensi Kelurahan Berbas Pantai Guna Mewujudkan Kota Bontang Sebagai Smart City, Green City dan Creative City.”

Wali Kota Bontang berharap tahun mendatang, APBD Bontang akan mengalami kenaikan. Wisata akan menjadi salah satu nyawa kota. Oleh karenanya, ia punya visi di 2021 Bontang menjadi smart city berbasis maritim. Smart city yang paripurna. Mewujudkan smart dalam 7 aspeknya. Penguatan wisata dimaksudkan agar Bontang tetap hidup pasca surutnya industri migas.

“Kita berencana membuat cottage, bananaboat. Jika tak masuk usulan (Musrenbang) akan melalui instruksi wali kota,” terangnya.

Senada dengan keinginan kepala daerah, Lurah Berbas Pantai Muhammad Rendhy Maulia, S.Ip, mengusulkan adanya Bimtek pariwisata berbasis masyarakat. Ia menilai, hal tersebut dapat secara berkelanjutan mengangkat perekonomian, khususnya warga sekitar.

Selain itu, mengingat pentingnya keberadaan objek wisata ini, Rendhy mengharapkan ada lokakarya terkait 3R (Reduce, Reuse, Recycle) bagi warga. Ditambah lagi dengan usulan pemasangan CCTV, pembangunan septic tank komunal, dan penerangan jalan. Citra Berbas Pantai sebagai kawasan wisata, menurut Rendhy akan semakin terdongkrak. Tentunya pemantapan infrastruktur juga menjadi usulan dominan dalam Musrenbang tahun ini.

“OPD yang dominan dalam usulan ini PU dan Perkimtan. Akan lebih baik jika usulan ini disertakan nilai proyeknya. Sehingga pemerintah dapat mengukur possibility untuk realisasinya.” Bunda Neni menanggapi perihal daftar usulan warga Berbas Pantai.

Dirinya berharap agar usulan tiap kelurahan dapat semakin berkembang. Jangan melulu perkara semenisasi atau pembangunan jalan dan drainase.

“24 rt telah diprogramkan menerima produta. Sehingga total ada 4,8 miliar. Saya berharap penggunaannya lebih ke arah rebranding daerah wisata terpadu, tidak perlu hanya berharap pada musrenbang,” imbuhnya.

Selain Wali Kota Bontang, hadir pula Anggota DPRD Dapil Bontang Selatan Yasser Arafat, S.Sos, perwakilan OPD terkait, serta unsur Forkopimda. (AF/AG)

PPID Kota Bontang