UKPBJ Setda Bontang Gelar Bimtek e-PL, Dorong Peningkatan Akuntabilitas Pengadaan Barang dan Jasa

 

Bontang, 21 Januari 2020). Guna meningkatkan akuntabilitas pelaksanaan pengadaanbarang/jasa di lingkungan Pemerintah Kota Bontang, Unit Kerja Pengadaan Barang Jasa (UKPBJ) Bagian Pengadaan Sekretariat Daerah Kota Bontang mengadakan Bimbingan Teknis Pengadaan LangsungBarang/Jasa Secara Elektronik (e-PL).

Bertempat di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Bimtek ini diikuti ratusan peserta yang terdiri dari Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), Pejabat Pengadaan (PP), Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP), Pejabat Penatausahaan Keuangan, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Bimtek ini di buka langsung Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG. Dalam arahannya, iamengatakan penggunaan e-PL ini adalah upayaperbaikan sistemdan aturanyangditetapkan Pemerintah Pusat. Meskibelum dilaksanakan di Kota Taman karena SDM yang tidakcukup memadai, namun Wali Kota Nenimengharapkan di 2021 nantinya e-PL dapat diimplementasikan secara menyeluruh dalam pengadaan barang/jasa di lingkup Pemkot Bontang.

Dijelaskannya, e-PL merupakan implementasi dari Perpres nomor 16/2018 pasal 69 ayat 1 tentang pengadaan barang dan jasa. Bahwa penyelenggaraan barang dan jasa dilakukan secara elektronik menggunakan sistem informasi yang terdiri atas Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE).

“Di Kalimantan Timur ini rata-rata belum, tapi kita ingin memulainya. Karena kita ingin memulai yang baik sesuai aturan. Kalau toh kita belum bisa menggunakan e-PL ini, Bunda (sapaan akrab Neni Moerniaeni. red) berpesan agar semuanya dimasukkan ke dalam sistem walaupun itu manual,” ujar Neni.

Dengan terbitnya regulasi tersebut, lanjutnya, menunjukkan keseriusan pemerintah untuk mewujudkan pelaksanaan pengadaan barang dan jasa secara transparan, efisien, efektif, bersaing, adil, dan akuntabel.

“Intinya, kalau kita bicaragoodgovernance salah satu didalamnya adalah transparansi, ada efisiensi, bisa akuntabel dengan baik, dan juga adil,”imbuhnya

Aplikasi SPSE versi 4.3 didesain serba elektronikmulai dari proses tender, non tender, maupun pencatatan non tender. Sehingga dengan e-PL dapat membantu memudahkan tim monitoring dan evaluasiuntukmemonitoringpenyerapandi masing-masing OPD serta memperoleh data-data realisasi fisik.

“Intinya bagaimana kita melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan Tupoksi kita dan harapan kita ke depan bahwa tidak hanya yang dilelang masuk ke SIRUP (Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan) tetapi yang PL (Pengadaan Langsung) juga,”

“Insyaallah di tahun 2020 ini bisa masuk kita masukkan tapi kalu tidak bisa mulai 2021 tetapi pencatatannya harus masuk semuanyake dalamsistem sehingga kelihatan APBD Kota Bontang dalam rangka pengadaan barang dan jasa,” pungkas Neni.

Ditambahkan, Kepala Bagian Pengadaan Barang/Jasa Setda Agung Santoso, ST, MM, mengatakan e-PL ini adalah implementasi Perpres nomor 16/2018 dimana di dalamnya mengamanahkan pengadaan langsung dan tender harus melalui elektronik.

Untuk itu, ia mengingatkan kepada seluruh OPD agar meng-input kontrakke dalam sistem setelah proses tender selesai dilakukan.

Sementara, untuk memberikan pemahaman kepada peserta, Bimtek e-PL menghadirkan nara sumber Instruktur PJB LKPP Andi Muhammad Arpan. Di kesempatan itu, ia menyampaikan dua materi, yakni pertama pengadaan barang dan jasa secara umum, dan kedua pengadaan barang dan jasa secara elektronik (e-PL). (AG)

PPID Kota Bontang