Pemkot Bontang Gelar Upacara Peringatan HUT Provinsi Kaltim Ke-63

(Bontang, 09 Januari 2020). Bertempat di Halaman Kantor Wali Kota Bontang, Pemerintah Kota Bontang menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-63 Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (9/1/2020) pagi.

Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase, bertindak sebagai inspektur upacara. Peringatan Hari Jadi Provinsi Kaltim ini mengusung tema “Kalimantan Timur Berdaulat untuk Indonesia Maju”.

Upacara diikuti ratusan peserta yang terdiri dari unsur TNI dan Polri, ASN, Ormas, security, pelajar, hingga mahasiswa. Selain itu, tampak hadir Wakil Ketua DPRD, Sekda Kota Bontang, Dandim 0908, Wakapolres Bontang, perwakilan Kajari, Den Arhanud, Pengadilan Negeri, Kemenag, Kalapas, dan Bea Cukai.

Upacara diawali dengan pembacaan sejarah singkat awal pembentukan Provinsi Kaltim berdasarkan Undang-undang Nomor 25 Tahun 1956 dengan gubernur pertama adalah APT Pranoto.

Dalam sambutan tertulis Gubernur Kaltim Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si, yang dibacakan Wakil Wali Kota Basri, menjelaskan makna dari tema “Kalimantan Timur Berdaulat untuk Indonesia Maju”.

Kaltim Berdaulat, diterangkannya, bermakna rakyat Kaltim berjuang untuk kemandirian dalam meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), mengelola Sumber Daya Alam (SDA) dan melaksanakan pembangunan di berbagai bidang secara berdaulat yang hasilnya sebesar-besarnya untuk rakyat Kaltim dan Indonesia secara keseluruhan.

Di usianya ke-63 ini, lanjutnya, Provinsi Kaltim telah banyak berubah dan semakin maju. Bahkan dalam 5 sampai 10 tahun ke depan pembangunan di Kaltim akan semakin pesat sebagai dampak positif dari dibangunnya Ibu Kota Negara (IKN) baru Republik Indonesia.

Karena itu, pada momentum tersebut gubernur mengajak untuk berinovasi, berkreasi, membuat terobosan-terobosan kreatif yang dapat disinergikan. Khususnya dalam mewujud-kan Visi dan Misi RPJMD 2019 2023, yaitu “Berani untuk Kalimantan Timur Berdaulat”.

“Dengan IKN di Kaltim, kita ingin menciptakan pembangunan yang dapat dinikmati untuk seluruh lapisan masyarakat, tidak terkecuali yang ada di desa maupun yang berada di daerah pedalaman dan perbatasan, yang terpencil dan terisolir, sehingga lambat laun akan terjadi pemerataan pembangunan dan tidak ada lagi jurang yang lebar antara daerah satu dengan lainnya, baik ditinjau dari segi pencapaian pembangunan, pertumbuhan ekonomi maupun kesejahteraan masyarakatnya,” baca Basri.

“Dengan IKN, seluruh Kabupaten/Kota harus mampu memacu percepatan pembangunan di daerahnya masing-masing dengan mengolah dan memberdayakan potensi yang dimiliki. Di antaranya adalah Potensi Pariwisata dan Agribisnis yang merupakan sumber daya yang tak akan habis (Renewable Resources) dibanding Migas dan hasil Pertambangan yang selama ini menjadi andalan dalam perolehan devisa negara,” sambungnya.

Tak lupa, pada kesempatan ini Gubernur Isran juga mengucapkan selamat kepada Kabupaten/Kota se-Kaltim yang menerima Panji-Panji Keberhasilan di berbagai bidang pembangunan.

“Mari kita bekerja dan berkarya, bahu-membahu membangun Provinsi Kaltim yang kita cintai ini. Mari kita jaga agar Kaltim tetap aman dan damai serta mendapat berkah karunia Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa,” tutupnya. (AG)

PPID Kota Bontang