Penutupan Pelatihan Kader Bela Negara Kota Bontang dan Launching “Si Omas”

(Bontang, 11 Desember 2019). Pelatihan Kader Bela Negara Bagi Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di Kota Bontang resmi ditutup, Rabu (11/12/2019) di Auditorium Taman 3D, Jln. Awang Long, Bontang Utara.

Pelatihan ini ditutup dengan upacara yang dipimpin Asisten Administrasi Pemerintahan Drs. H.M. Bahri, M.Ap, dirangkai dengan silaturahmi Ormas serta launching Sistem Informasi Organisasi Kemasyarakatan “Si O Mas”.

Kegiatan yang gagas Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan tersebut berjalan lancar, dimulai sejak Senin (9/12/2019) lalu dengan jumlah peserta sebanyak 76 orang dari perwakilan masing-masing seluruh Ormas di Kota Bontang.

Atas kesuksesan itu, Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.Og, melalui Asisten Drs. H.M. Bahri, M.Ap, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada narasumber, jajaran pelatih, dan peserta yang sungguh-sungguh mengikuti rangkaian kegiatan bela negara. Ia meyakini, metode dalam pelatihan tersebut dapat meningkatkan rasa cinta tanah air.

Sehingga, diharapkan seluruh peserta kader bela negara senantiasa menjaga Kesatuan dan Persatuan, Keamanan serta Kondusivitas di Kota Taman sebagai bagian dari aktualisasi bela negara.

“Saya berharap apa yang didapat selama pelatihan, dapat diaktualisasikan dalam peran dan profesinya masing-masing, untuk melakukan aksi nyata dalam pembelaan negara dalam kehidupan sehari-hari,” ujar H.M. Bahri.

Sebagaimana dijelaskan UU tentang Ormas, lanjut H.M. Bahri, bahwa Ormas dibentuk untuk berpartisipasi dalam pembangunan demi tercapainya tujuan NKRI.

Sejarah kebangsaan, diterangkannya, menunjukkan bahwa peran Ormas sangat penting dalam membentuk bangsa ini merdeka dari penjajahan. Demikian juga era kemerdekaan ini, peran Ormas sangat menentukan dalam berbagai bidang kehidupan, saling bahu membahu bersama pemerintah dan komponen bangsa lainnya untuk mencapai cita-cita kemerdekaan, mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dalam kerangka NKRI yang berdasarkan ideologi kebangsaan Pancasila dan UUD 1945.

Untuk itu, Asisten Drs. H.M. Bahri, M.Ap, mengajak seluruh Ormas di Kota Bontang untuk terus berkiprah sesuai dengan bidang konsentrasinya masing-masing dalam memberikan sumbangsih terbaiknya kepada masyarakat di kota gas dan kondensat ini.

“Sekali lagi, mari kita berbuat untuk masyarakat Bontang, karena eksistensi sebuah organisasi kemasyarakatan akan diakui oleh masyarakat manakala mampu melakukan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat yang manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” imbuhnya.

Terakhir, ia juga mengajak seluruh masyarakat Kota Taman untuk meningkatkan rasa cinta tanah air dengan melakukan yang terbaik sesuai profesi masing-masing sebagai aktualisasi bela negara.

Dari pantauan PPID, tampak hadir pada penutupan, Staf Ahli, Kepala Kesbangpol Sony Suwito, SH, M.Si, Plt. Kakanwil Kemhan Prov. Kaltim Kol. Inf. Gema Repelita, Danden Arhanud 002/ABC Mayor Arh. Bangun Bara Kurniawan Prabowo, SE, Danpos AL Bontang Lettu Laut Dabuke, Pasiter Kodim 0908 Kapten Inf. Niko Katanni, Wakapolres Bontang Kompol Anugrah Indrawan W. SH, MH, perwakilan Kemenag, beberapa perwakilan OPD, dan pimpinan Ormas.

Launching Sistem Informasi Organisasi Kemasyarakatan “Si O Mas”

Di tempat yang sama, Asisten Drs. H.M. Bahri, M.Ap, meresmikan sistem Informasi Organisasi Kemasyarakatan berbasis online “Si O Mas” atau melalui http://skt-online.bontangkota.go.id.

“Si O Mas” adalah aplikasi yang memudahkan Organisasi Kemasyarakatan untuk mengurus Surat Keterangan Terdaftar (SKT) maupun Surat Keterangan Melapor (SKM) kepada Badan Kesbangpol melalui sistem online yang dapat diakses dengan ponsel pintar. Sistem online ini dirancang oleh Badan Kesbangpol bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo).

Dijelaskannya, Badan Kesbangpol mencatat jumlah Ormas yang ada di Kota Bontang sebanyak 230. Dari data tersebut, Ormas yang memiliki SKT dan SKM yang masih berlaku sebanyak 147, dan  SKT dan SKM yang tidak berlaku sebanyak 138. Sedangkan Ormas yang tidak mendaftarkan atau melapor sebanyak 45 Ormas.

Sebab itu, dengan adanya aplikasi “Si O Mas”, diimbau kepada Ormas yang belum mendaftarkan keberadaannya segera melakukan pendaftaran.

Terpisah, Wali Kota dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.Og, mengapresiasi upaya Badan Kesbangpol dalam menghadirkan inovasi pelayanan masyarakat berupa “Si O Mas”. Menurutnya, aplikasi ini merupakan wujud komitmen dalam memberikan pelayanan publik yang maksimal kepada masyarakat.

“Sekarang dunia serba canggih, tentu yang namanya teknologi adalah sebuah keniscayaan. Dan Pemkot Bontang melalui Badan Kesbangpol punya komitmen yang baik untuk memberikan pelayanan publik yang maksimal,” kata Neni. (AG)

PPID Kota Bontang