Kelurahan Sadar Kerukunan Umat Beragama Bontang Baru Resmi Dikukuhkan

(Bontang, 14 November 2019). Kelurahan Sadar Kerukunan Umat Beragama Bontang Baru Kecamatan Bontang Utara resmi dikukuhkan. Tepat Kamis (14/11/2019), Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.Og, meresmikan sekaligus mengukuhkan 10 orang pengurus kelurahan sadar kerukunan umat beragama Bontang Baru, di Bontang Mangrove Park Salebba. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama Pemkot Bontang, Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Kaltim, dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bontang.

Pengukuhan tersebut berdasarkan surat keputusan Kemenag Provinsi Kaltim No. 358/2019 tentang penetapan Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Kota Bontang sebagai kelurahan sadar kerukunan dengan kepengurusan periode 2019-2022.

Kelurahan sadar kerukunan ini merupakan wadah yang bersifat koordinasi dan musyawarah dengan tujuan memelihara dan membina kerukunan umat beragama, mencegah masuknya paham-paham radikal, memaksimalkan fungsi dan fasilitas rembuk desa/kelurahan, serta menjaga, memelihara, dan mengembangkan kearifan lokal setempat.

Sementara itu, melalui sambutannya Wali Kota Neni mengatakan pemilihan Kelurahan Bontang Baru sebagai kelurahan sadar kerukunan merupakan hal yang sangat relevan. Sebab, kata Neni, wilayah Kelurahan Bontang Baru ini dihuni masyarakat yang hidup rukun, damai, dan sejahtera meski berbeda latar belakang agama dan suku.

“Ini menjadi contoh dan tidak mudah. Bahkan gereja ada berapa disisi sebelah kiri (Jl. Cut Nyak Dien, Bontang Baru), mushola, masjid, dan semuanya hidup rukun,” ujarnya.

Ia mengimbau kepada pengurus kelurahan sadar kerukunan Bontang Baru agar nantinya mensosialisasikan bahwa Kelurahan Bontang Baru telah ditetapkan sebagai kelurahan yang rukun antar umat dalam beragama.

Dijelaskan Neni, Bontang merupakan kota kecil layaknya miniatur Indonesia dimana berbagai macam suku dan agama ada di Kota Taman. Tetapi, menurutnya dari kota kecil ini sangat mudah terjadi perpecahan jika seluruh pihak tidak dapat menjaga kerukunan.

Untuk itu, ia mengapresiasi seluruh peran OPD dan stakeholders terkait yang sigap memfasilitasi masalah yang berpotensi memecah kerukunan seperti Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) selaku leading sektor hingga FKUB Bontang.

“Saya katakan dimana-mana, perpecahan itu ujung-ujungnya adalah penderitaan. Jadi yang namanya perpecahan itu harus kita hindari di Kota Bontang yang sudah ditetapkan sebagai kota industri,” imbuh Neni.

Lebih jauh, Wali Kota Neni berharap dengan adanya kelurahan sadar kerukunan di Kelurahan Bontang Baru ini akan mendorong terbentuknya wadah serupa di 14 kelurahan lainnya. Sehingga kedepannya seluruh kelurahan di Kota Bontang menjadi wilayah yang rukun antar umat beragama.

“Ini menjadi komitmen kita semua. Dan tentunya selaku Wali Kota Bontang sekali lagi bunda mengucapkan terima kasih,” pungkasnya.

Usai mengukuhkan pengurus kelurahan sadar kerukunan umat beragama Kelurahan Bontang Baru, kegiatan ini dirangkai dengan penyerahan simbolis bantuan mobil dinas operasional kepada FKUB, Badan Kerja sama Antar Gereja (BKAG), Badan Koordinasi Dakwah Islam Bontang (BKDIB).  Dilanjutkan penandatanganan komitmen bersama menjaga kerukunan, pelepasan burung merpati sebagai simbol perdamaian antar umat beragama, dan penanaman 15 bibit pohon Tabebuya.

Dari pantauan PPID, acara ini dihadiri perwakilan Kanwil Kemenag Kaltim, Kemenag Bontang, mantan Wali Kota Bontang Dr. dr. H. Andi Sofyan Hasdam, Sp.S, kepala OPD dan lurah, unsur Forkopimda, Ketua FKUB Kaltim, ketua FKUB Bontang, Ketua MUI Bontang, ketua BKAG, dan ketua BKDIB. (AG)

PPID Kota Bontang