Bapelitbang Kota Bontang Gelar Bontang Innovation Festival, Umumkan Pemenang Lomba SI PEENA 2019

(Bontang, 31 Oktober 2019). Pemerintah Kota Bontang melalui Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) mengadakan Bontang Innovation Festival, Kamis (31/10/2019). Kegiatan ini mengagendakan pemberian penghargaan kepada pemenang lomba inovasi dan penelitian (SI PEENA) tahun 2019, sekaligus penandatanganan komitmen bersama 1 perangkat daerah 5 inovasi.

Kegiatan yang digelar di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Jl. Awang Long, Bontang Utara tersebut, dihadiri Plt. Sekda drh. H. Agus Amir, M.Si, Asisten Administrasi Pemerintahan, Asisten Administrasi Pembangunan, Kepala OPD dan Lurah, para juri serta pemenang lomba SI PEENA 2019.

Dalam sambutan Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.Og, yang dibacakan Sekretaris Bapelitbang Much. Cholis Edy Prabowo, ST, M.Si, menyampaikan tantangan dalam pelaksanaan pembangunan di setiap tahunnya menuntut pemerintah kota untuk selalu berinovasi, melakukan best practice, dan melakukan terobosan dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran serta meningkatkan kinerja SDM.

Menurutnya, hal ini perlu dilakukan untuk peningkatan kualitas pelayanan publik dan peningkatan tata kelola pemerintahan Kota Bontang.

Dijelaskan, Pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemkot Bontang tidak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya partisipasi masyarakat. Pembangunan ini, lanjutnya, tidak hanya pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana serta pemenuhan kebutuhan fisik semata, namun juga pembangunan karakter dan SDM.

Untuk itu, salah satu cara untuk menjaring partisipasi masyarakat tersebut adalah dengan sebuah terobosan Pemkot Bontang berupa “Gerakan Penelitian Masyarakat (GELITIK) Bontang” yang bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat dalam melakukan penelitian. Dimana salah satu bagian dari GELITIK Bontang adalah Lomba inovasi, dan Penelitian (SI PEENA).

“Dengan adanya gerakan ini diharapkan kecerdasan dan kreativitas masyarakat Kota Bontang tumbuh pesat karena didukung oleh pemerintah,” baca Much. Cholis Edy Prabowo.

Diketahui, saat ini Pemkot Bontang telah menginisiasi 47 inovasi Daerah Kota Bontang melalui 19 Perangkat Daerah dan 9 Kelurahan. Dengan adanya Komitmen bersama 1 Perangkat Daerah 5 Inovasi ini diharapkan di tahun 2021 Kota Bontang memiliki 230 inovasi.

Lomba SI PEENA 2019 mengusung tema “Inovasi Perangkat Daerah dan Masyarakat Dalam Meningkatkan Daya Saing Ekonomi yang Berwawasan Lingkungan”. Tema ini selaras dengan misi Kota Bontang, yaitu ”Menguatkan Bontang Sebagai Kata Maritim Berkebudayaan Industri yang Bertumpu pada Kualitas Sumber Daya Manusia dan Lingkungan Hidup Untuk Kesejahteraan Masyarakat”. Adapun kategori yang perlombakan adalah inovasi masyarakat, penelitian masyarakat, dan inovasi perangkat daerah.

Lebih lanjut, Wali Kota Neni menghimbau agar inovasi dan penelitian yang dihasilkan oleh Iomba ini dapat ditindaklanjuti dengan pengembangan dan replikasi guna meningkatkan potensi dari inovasi dan penelitian.

Serta memperluas cakupan penerima manfaatnya, yaitu pemerintah daerah dan masyarakat secara berkesinambungan dalam peningkatan capaian kinerja daerah, peningkatan mutu pelayanan publik, peningkatan perekonomian masyarakat, peningkatan produksi dan sebagainya.

Selain itu, diharapkan dalam pengembangannya dapat difasilitasi oleh Pemkot Bontang, CSR Perusahaan, dan stakeholders sehingga hasil Iomba inovasi dan penelitian ini dapat dipublikasikan secara luas. Agar selain dapat dimanfaatkan secara maksimal, seluruh Iapisan masyarakat dapat terbuka wawasannya dan termotivasi untuk melakukan inovasi sebagai salah satu solusi terhadap masalah dilingkungan sekitarnya.

“Dari Iomba ini saya harapkan dapat mencetak masyarakat inovator dan peneliti yang peduli dan berpartisipasi aktif bersama pemerintah, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya dalam memajukan Kota Bontang yang kita cintai,” pungkasnya.

Berikut daftar pemenang lomba SI PEENA 2019;

Kategori Inovasi Perangkat Daerah.

Juara 1, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dengan inovasi Sistem Three In One (SI TIO). Juara 2, Bapelitbang dengan inovasi Gerakan Penelitian MAsyarakat (GELITIK). Juara 3, Dinas Lingkungan Hidup dengan inovasi Wajib Tanam Pohon demi Lingkungan Oleh ASN, Pengantin Baru dan Perizinan (WAJAH LESTARI).

Harapan I, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB dengan inovasi Deteksi dan Edukasi Informatif Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak (Detektif Cekatan) di Lingkungan Sekolah. Harapan II, Kecamatan Bontang Selatan dengan inovasi Perekaman e-KTP, KIA, dan Layanan Masyarakat Difabel, Lansia Jemput Bola (PEMBELA JEMPOL). Harapan III, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dengan inovasi Layanan Literasi Perpustakaan Pesisir (Layar Puspita).

Kategori Inovasi Masyarakat.

Juara I, Wilis Agung Permadi dengan judul inovasi Proposal Pengembangan Automatic Water Level Recorder (AWLR) berbasis Internet of Things (IoT) sebagai alat mitigasi risiko potensi bencana banjir di Kota Bontang. Juara 2, PT. Pupuk Kaltim dengan inovasi Pencapaian PROPERNAS Emas Beyond Compliance melalui CSR PT Pupuk Kaltim dengan membuat alat pengolahan air di Malahing. Juara 3, Cipuk Artanika dengan inovasi Pemanfaatan Limbah Kepala Ikan & Tulang menjadi olahan aneka kerupuk.

Harapan I, Mochamad Cahyo Harianto berupa inovasi pemanfaatan Kulit Rajungan menjadi Masker Adsorbance (Masdakura). Harapan II, Astril Wedy dengan inovasi pemanfaatan Limbah Tulang Lele sebagai Sumber Mineral serta Peningkatan Nilai Tambah Menjadi Produk Olahan yang Bernilai Ekonomis Yaitu Tulang Ikan Lele (TulLe). Harapan III, inovasi Kripik Kulit Ikan Bandeng oleh Nienik Rakhmawati Zauharoh.

Kategori Penelitian Masyarakat.

Juara 1, STTI Bontang dengan judul Pengolahan Limbah Plastik Menjadi Bahan Bakar Minyak untuk Mengatasi Sampah Plastik di Kota Bontang. Juara 2, STTI Bontang dengan judul Pemanfaatan Limbah Organik untuk Produksi Bahan Bakar Gas dengan Penambahan EFFECTIVE. Juara 3, Eddy Purnomo dengan judul Rancang Bangun Sistem Distilasi Air Laut Menggunakan Energi Surya dengan Metode Desalinasi Single Stage Flash.

Harapan I, Andi Hasanuddin dengan judul Analisis Implementasi QUADRUPL HELIX dalam Penyediaan Tenaga Kerja di Kota Bontang. Harapan II, Abadi Nugroho dengan judul Model e-Service Layanan Kesehatan yang Terintegrasi Antar Klinik untuk Memudahkan Pelayanan Pasien di Rumah (Home Care). Harapan III, Rismawanti, S.Si, dengan judul Pemurnian Minyak Jelantah dengan Adsorban Ampas Tebu dan Pemanfaatannya Sebagai Lilin Aroma Terapi. (AG)

PPID Kota Bontang