Wali Kota Resmikan Gedung Hemodialisa RSUD Taman Husada Bontang

(Bontang, 25 Oktober 2019). Pemerintah Kota Bontang meresmikan gedung Hemodialisa di lantai II RSUD Taman Husada, Jumat (25/10/2019) pagi. Ruang bagi unit hemodialisis ini merupakan hasil kerja sama operasional (KSO) RSUD Taman Husada Bontang yang diperuntukkan bagi pasien cuci darah.

Peresmian tersebut dilakukan langsung Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.Og, ditandai pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti.

Saat ini, pelayanan unit Hemodialisis dilengkapi 14 unit dari 20 unit mesin cuci darah yang direncanakan sebelumnya, lengkap dengan fasilitas tempat tidur hingga TV Led.

Wali Kota Neni yang meninjau langsung pasien serta kelengkapan fasilitas gedung tersebut, menuturkan rasa syukur bahwa gedung baru Hemodialisa adalah kado Kota Bontang di hari jadinya ke-20.

Ia menegaskan, adanya gedung anyar milik RSUD Taman Husada ini merupakan upaya Pemkot Bontang memberikan pelayanan yang maksimal di berbagai aspek termasuk bidang kesehatan. Mengingat kasus gagal ginjal di Kota Bontang juga cukup tinggi.

Meski demikian, unit hemodialisis ini tidak hanya menangani Kota Bontang saja, tetapi juga daerah interland lainnya, seperti Kutai Timur dan Kutai Kartanegara.

“Atas nama Pemkot Bontang dan pribadi, mengucapkan terima kasih kepada jajaran Dinas Kesehatan, Direktur RSUD Taman Husada, dan semua dokter, perawat yang selama ini sudah memberikan pelayanan maksimal dan sepenuh hati kepada masyarakat,” ujar Neni.

Lebih jauh, Wali Kota Neni mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga kesehatan khususnya organ ginjal, dengan melakukan pola hidup yang sehat, menghindari penggunaan obat secara terus-menerus, menjaga kadar gula darah dan hipertensi.

Pembiayaan gedung Hemodialisa, diterangkannya, bukan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang, namun murni menggunakan dana KSO. “Kita (Pemkot Bontang) tidak mengeluarkan dana apa pun karena kita punya inovasi dan networking yang baik. Pembangunan gedung ini pun bukan dana APBD, kita hanya menyiapkan lahannya dan kita menyampaikan kasus (gagal ginjal) ini tinggi,” pungkas Neni.

Senada, Direktur RSUD Taman Husada Bontang dr. I Gusti Made Suardika mengatakan penyediaan fasilitas cuci darah merupakan komitmen pemerintah kota dan RSUD Taman Husada.

Pasalnya, bagi pasien gagal ginjal, cuci darah sangat diperlukan guna menghilangkan racun di dalam darah. Apabila tidak dilakukan cuci darah, racun dalam darah pasien akan meningkat, tentu mengakibatkan koma bahkan meninggal dunia.

“Setiap bulan terdapat 60 orang pasien gagal ginjal kronis yang memerlukan cuci darah. “Dan mereka dua kali seminggu cuci darah, jadi total dalam satu minggu 120 kali, dan satu bulan lebih kurang 500 kali cuci darah,” sambungnya.

Sementara itu, ucapan terima kasih disampaikan Ketua Forum Peduli Ginjal RSUD Taman Husada Bontang Hamzah Nur atas dukungan dan realisasi pembangunan gedung perawatan Hemodialisa.

Mewakili pasien, ia berharap gedung Hemodialisa ini dapat memberikan kontinuitas pelayanan terhadap pasien cuci darah.

Dari pantauan PPID, tampak hadir Ketua Komisi II DPRD H. Rustam, Asisten Administrasi Pemerintahan, Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala DPM dan PTSP, Camat Bontang Utara, Camat Bontang Barat, Unsur Forkopimda, serta jajaran dokter dan perawat unit Hemodialisa. (AG)

PPID Kota Bontang