Wali Kota Bontang Resmikan Jembatan Masdarling

(Bontang 15 Oktober 2019). Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.Og, meresmikan jembatan Kampung Masdarling (Masyarakat Sadar Lingkungan) RT. 26 Kelurahan Gunung Telihan, Selasa (15/10/2019) pagi. Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan dilanjutkan peninjauan jembatan sekaligus melakukan seremoni penguntingan pita.

Jembatan ini merupakan akses penghubung menuju Kampung Masdarling yang dibangun sejak 2017 silam. Dengan anggaran sebesar lebih dari 6 miliar yang berasal dari bantuan keuangan Provinsi Kaltim, konstruksi jembatan ini menggunakan rangka baja dan pelat beton bertulang dengan panjang 26 meter dan lebar 6 meter. Adapun beban maksimal jembatan, yakni 7 ton.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Ir. Tavip Nugroho, MT, mengatakan jembatan ini sangat diharapkan masyarakat kampung Masdarling. Jembatan inilah yang akan berkontribusi untuk memudahkan warga Kampung Masdarling dan sekitarnya beraktivitas.

“Tentunya ini menjadi kebanggaan kami semua, dengan jembatan ini diharapkan masyarakat bisa lebih meningkat. Terlebih kampung Masdarling ini merupakan kampung inovasi,” ujar Tavip.

Ia berharap kepada masyarakat kampung Masdarling dan sekitarnya dapat menjaga dan merawat jembatan ini.

Sementara itu, Wali Kota Neni menyampaikan pembangunan ini merupakan upaya pemerintah kota untuk membuka akses wilayah yang terisolir agar sama dengan wilayah lainnya di Kota Bontang.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk peduli dengan keberadaan jembatan tersebut. Salah satunya tidak melalui jembatan ini jika berat kendaraan di atas tujuh ton. Sebab, ia menilai akses jalan ini akan berdampak pada pembangunan infrastruktur lanjutan kedepannya.

“Dulu daerah ini adalah hutan lindung, dan sekarang Alhamdulillah begitu saya buka akses ini, kemudian Perda RTRW ini masuk dalam bagian area penggunaan lainnya, harga tanah menjadi naik. Katanya diujung sana ada yang menyentuh 800 ribu,” ujar Neni.

“Inilah bagaimana proses pembangunan yang dilaksanakan Pemkot Bontang dapat menimbulkan efek domino,” sambungnya.

Terkait jalan kampung Masdarling yang urung perbaiki, Wali Kota Neni menjelaskan Pemkot Bontang telah berencana meneruskan pembangunan jalan setelah jembatan Masdarling ini, namun tertunda karena ada keterlambatan dalam proses tender.

Oleh karena itu, dirinya pun meminta Dinas PUPR agar mempercepat proses tender jika rencana kegiatan tersebut telah di paripurnakan bersama DPRD. “Jika sudah paripurna di bulan Desember, langsung saja tender. Jangan sudah diketuk (Desember), (tapi) dilelangnya Juli. Ini cara lama, saya tidak mau lagi seperti itu,” tegas Neni.

“Tahun 2020, karena kita sudah menetapkan ini kampung destinasi wisata. Maka Insyaallah jalanan ini kita cor. Dan itu sudah masuk dalam RKA Pemkot Bontang,” pungkasnya.

Tampak hadir, Camat Bontang Barat, Lurah Gunung Telihan, warga dan tokoh masyarakat kampung Masdarling. (AG)

PPID Kota Bontang