Akhir Penyusunan Masterplan Smart City dan Quick Win 2019 Kota Bontang Ditutup Penandatanganan Komitmen Bersama Mendukung Smart City

(Bontang, 11 Oktober 2019). Penyusunan masterplan smart city dan quick win program unggulan Kota Bontang dalam Gerakan Menuju 100 Smart City 2019 telah usai. Hari kedua kelanjutan Bimtek smart city tahap empat rampung dilaksanakan di pendopo rumah jabatan Wali Kota Bontang, Jl. Awang Long, Bontang Utara.

Tepat Jumat (11/10/2019) malam, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Bontang menggelar penandatanganan komitmen bersama sebagai dukungan mewujudkan smart city di Kota Bontang.

Tak seperti biasanya, penandatanganan komitmen smart city ini tidak dilakukan dengan cara konvensional menggunakan kertas, namun dibubuhkan melalui perangkat digital yang terhubung dengan LED Videotron. Penandatanganan dilakukan langsung Wali Kota dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.Og, dan beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bontang.

Sebelum masuk acara inti, Kepala Dinas Kominfo Drs. Dasuki, M.Si, melaporkan secara singkat terkait hasil Bimtek penyusunan masterplan smart city yang tahap satunya dimulai sejak awal Juli 2019 lalu.

Dijelaskan Dasuki, penandatanganan komitmen ini merupakan bagian dari gerakan menuju 100 smart city. Pemkot Bontang diwajibkan menyusun masterplan dan diakhiri penandatanganan komitmen bersama, sehingga diharapkan kedepannya masterplan smart city ini dapat berjalan dengan baik.

Pemkot Bontang, juga didorong untuk menentukan program percepatan atau quick win. Pertama, Bessai Berinta Smart City yang diinisiasi Dinas Kominfo. Dimana, Bessai Berinta Smart City ini akan dipusatkan di command center.

Kedua adalah Sistem Informasi Tata Ruang (Simtaru) yang digagas Dinas PUPR. Tujuannya untuk memudahkan pelayanan dalam hal perizinan yang nantinya akan diintegrasikan dengan Sistem Perizinan Elektronik (Si Peri Etnik).

Sedangkan quick win ketiga merupakan inisiasi Kelurahan Telihan, yakni Masyarakat Sadar Lingkungan (Masdarling) yang nantinya akan dikembangkan di seluruh kelurahan Kota Bontang.

Ada tujuh tujuan masterplan smart city Kota Bontang. Yaitu smart city readiness, gunanya untuk meningkatkan kesiapan pembangunan smart city Kota Bontang. Smart governance, tujuannya untuk meningkatkan tata kelola pemerintahan Kota Bontang dan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.

Selanjutnya, smart branding yang bertujuan meningkatkan daya saing Kota Bontang. Smart economy, yaitu meningkatkan produktivitas perekonomian yang berdaya saing.

Kemudian smart living, gunanya untuk menjamin kelayakan hidup masyarakat. Dan smart society, yaitu bertujuan mewujudkan masyarakat yang humanis dan dinamis, baik fisik maupun virtual.

Terakhir adalah mewujudkan pembangunan Kota Bontang yang peduli terhadap tata kelola lingkungan melalui smart environment.

Dari ketujuh tujuan masterplan tersebut, merupakan konteks untuk mewujudkan visi smart city Kota Bontang. yaitu, Mewujudkan Masyarakat Bontang yang Sejahtera dan Humanis Melalui Inovasi yang Berkelanjutan.

“Tiga kata (sejahtera, humanis, dan inovasi) ini menjadi yang perlu dipikirkan. Kesejahteraan bagi semua, humanis karena kita hidup berdampingan banyak suku, agama, dan adat istiadat. Dan inovasi inilah bagian dari upaya ke depan agar hidup kita itu bisa berdaya saing,” ujar Dasuki.

Lebih jauh, Dasuki menjelaskan road map pembangunan smart city yang meliputi empat tahapan. Singkatnya, tahap pertama adalah tahap inisiasi yang merupakan strategi jangka pendek 2020, kemudian tahap pengembangan 2021-2022 dan tahap pendayagunaan 2022-2023 merupakan strategi jangka menengah. Serta tahap penyempurnaan dalam strategi jangka panjang yang dimulai 2025 hingga 2029 mendatang.

“Penandatanganan komitmen ini menjadi bagian terpenting untuk melapor ke Menteri Kominfo RI bahwa Kota Bontang komitmen dan siap melaksanakan apa yang tertuang dalam masterplan yang mudah-mudahan itu menjadi bagian penyusunan RPJMD,” imbuh Dasuki.

Di tempat yang sama, Farid Subkhan selaku tim pendamping smart city Kota Bontang, memaparkan terkait dengan upaya mewujudkan Kota Taman sebagai kota pintar 2020-2029.

Pada tahun 2020 hingga 2021, diterangkannya, masterplan smart city yang tersusun melalui Bimtek tersebut akan diakselerasikan dengan RPJMD Kota Bontang 2016-2021. Kemudian masterplan smart city jangka panjang 2020 hingga 2029 harus diakselerasikan kembali dengan RPJMD 2021-2026.

“Kenapa disusun sampai tahun 2029? Supaya setiap pembangunan smart city ini adalah konsep pembangunan masa depan. Kita harus berani melihat 10 tahun ke depan, kita ingin mewujudkan seperti apa. Meskipun dalam tatanan praktiknya kita tetap mengacu pada RPJMD yang disusun lima tahun sekali,” ujar Farid.

Di samping itu, ia menekankan bahwa kunci pembangunan smart city tersebut ada pada tiga stakeholders, diantaranya pemerintah, pihak swasta, dan masyarakat.

Senada, Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.Og, menyatakan hal yang sama. Ia menilai hal terpenting dalam mewujudkan smart city adalah komitmen seluruh pihak, baik kepala daerah maupun para kepala OPD beserta jajarannya.

Ia bersyukur Kota Bontang terpilih dalam gerakan 100 smart city, namun demikian Wali Kota Neni menekankan bahwa komitmen tersebut harus berkelanjutan sebab saat ini baru pada tahap menuju smart city.

“Penandatanganan yang akan kita tanda tangani oleh semua OPD di Kota Bontang menjadikan komitmen kita untuk bagaimana Kota Bontang menjadi kota yang smart. Tidak usah ragu, bunda pasti support karena ini adalah mimpi bunda,” pungkas Neni. (AG)

(klik dokumentasi fhoto selengkapnya)

PPID Kota Bontang