Bimtek Tahap Empat Penyusunan Masterplan Smart City dan Quick Win Gerakan Menuju 100 Smart City 2019

(Bontang, 10 Oktober 2019). Penyusunan Masterplan Smart City dan Quick Win program menuju kota pintar masuk pada tahap akhir. Pemkot Bontang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar bimbingan teknis (Bimtek) tahap empat Gerakan Menuju 100 Smart City 2019, Kamis (10/10/2019) pagi.

Berlangsung dua hari, dari Kamis (10/10/2019) hingga Jumat (11/10/2019) di Pendopo Rujab wali kota, Jl. Awang Long Bontang Utara. Bimtek ini dibuka oleh Kepala Dinas Kominfo Drs. Dasuki, M.Si, dan dihadiri penyusun teknis smart city dari seluruh OPD dan kelurahan. Hadir pula, Farid Subkhan (CEO Citiasia Inc) selaku pembimbing Kota Bontang yang ditunjuk oleh Kementerian Kominfo.

Pada hari pertama ini, Bimtek mengagendakan rekapitulasi dan review road map pembangunan smart city Kota Bontang. Juga mereview kembali bab per bab buku smart city yang disusun bersama, baik penulisan maupun tambahan untuk penyempurnaan.

Sedangkan hari kedua adalah penandatanganan komitmen kepala daerah dan kepala OPD, serta review dan finalisasi quick win 2019, dan diakhiri kunjungan kelapangan.

Adapun target luaran Bimtek tahap empat, yaitu lembar komitmen kepala daerah dan kepala OPD yang telah ditandatangani dan tiga quick win 2019.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Drs. Dasuki, M.Si, dalam sambutannya mengatakan Bimtek  penyusunan masterplan smart city dan quick win program tahap empat merupakan langkah fundamental menentukan konsep smart city yang berkelanjutan. Sebab, nantinya masterplan smart city yang dirumuskan saat ini rencananya masuk pada Rencana Jangka Menegah Pembangunan Daerah (RPJMD).

“Oleh karena itu, kepada semuanya, saya ucapkan selamat menjalankan Bimtek ke IV ini,” tutur Dasuki.

Lebih lanjut, hasil penyusunan masterplan ini, diterangkannya, akan dipresentasikan oleh Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.Og, di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Diketahui 3-4 November 2019 mendatang.

Bahkan, kata Dasuki, diminta pula mempresentasikan tiga quick win yang sudah diterapkan di Kota Bontang. Diantaranya super apps untuk birokrasi maupun masyarakat, sistem informasi RDTR (Rencana Detail Tata Ruang), dan kampung Masdarling (Masyarakat Sadar Lingkungan).

“Atas nama pemerintah, saya mengucapkan terima kasih kepada tim pakar (Farid Subkhan dan staf), dan seluruh peserta yang hadir. Pemerintah mengapresiasi langkah-langkah (penyusunan masterplan) ini,” pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Farid Subkhan menjelaskan penyelesaian penyusunan masterplan smart city ini akan mengesahkan bahwa Kota Bontang menjadi bagian dari gerakan 100 smart city di Indonesia. Namun, menurutnya, keberadaan masterplan smart city tidak serta merta membuat kota tertentu menjadi kota pintar.

Sebab, kata Farid, yang dibutuhkan dalam pelaksanaan masterplan smart city adalah komitmen dari pemerintah daerah dan para kepala OPD beserta jajarannya. “PR nya adalah apakah dengan kita memiliki masterplan ini kita sudah menjadi indikator atau kita boleh mengklaim bahwa kita sudah menjadi kota yang smart?,” tanya Farid.

“Jawabannya ada pada komitmen dari OPD serta wali kota beserta jajaran, apakah kita akan menjalankan masterplan smart city ini atau tidak,” imbuhnya.

Meski demikian, pihaknya menginginkan adanya masterplan smart city ini akan menjadi arahan bahwa Kota Bontang dapat mewujudkan kota pintar masa depan.

“Kuncinya hanya satu, yaitu komitmen dari kepala daerah untuk menjalankan masterplan itu. Diluar itu, pasti akan parsial sesuai dengan inisiatif dari kepala masing-masing OPD untuk mewujudkan masterplan itu,” tegas Farid. (AG)

(Klik Dokumentasi Fhoto selengkapnya)

PPID Kota Bontang