Masuk 10 Besar Kota Cerdas, Tim Penilai Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2019 Kunjungi Kota Bontang

(Bontang, 7 Oktober 2019) Pemerintah Kota Bontang menerima kunjungan tim penilai Rating Kota Cerdas Indonesia (RKCI) 2019 dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Senin (7/10/2019) pagi.

Kedatangan mereka diterima oleh Asisten Administrasi Pembangunan Ir. Zulkifli, MT, bersama Asisten Administrasi Umum Ir. Hj. Sarifah Nurul Hidayati, MM, dan Kepala Dinas Kominfo Drs. Dasuki, M.Si, di Command Center, lantai 2 gedung Taman 3 D, Jl. Awang Long, Bontang Utara.

Selain itu, hadir pula beberapa kepala dan perwakilan OPD terkait, diantaranya Bapelitbang, Dinas Pendidikan, Dinas Perhubungan, BPBD, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas KP3, Dinas PUPR, Dinas Damkar. Adapun tim penilai RKCI, yakni Rifda Marwa Ufairah dan Pingky Regina Tonia.

Ditemui usai pertemuan, tim penilai RKCI Rifda Marwa Ufairah menjelaskan kedatangannya untuk melakukan validasi dan tinjauan lapangan setelah penilaian tahap satu yakni pengisian kuesioner yang disebar di 93 kota seluruh Indonesia terkait data kota, keadaan umum, serta strategi dan rencana pengelolaan smart city.

Dari tahap satu tersebut, terpilih 32 kota untuk divalidasi termasuk didalamnya Kota Bontang yang dinyatakan masuk 10 besar sebagai Kota Cerdas kategori kota kecil.

“Kita ingin validasi lebih lanjut, karena memang kuesioner itu ada keterbatasan ruang isinya, keterbatasan waktu, dan kita ingin menggali lebih dalam seperti apa strategi-strategi yang dilakukan kota, bagaimana perencanaannya, keberlanjutan dari kegiatan-kegiatan tersebut,” ujar tim penilai RKCI Rifda Marwa Ufairah.

Selain itu, ia menambahkan bahwa even 2 tahunan sejak 2015 ini bertujuan untuk melakukan pemetaan tentang pemetaan potensi, permasalahan, dan karakter kota. “Jadi kita ingin tahu di kota ini seperti apa, pengelolaan kotanya bagaimana, kita ingin melihat gap (celah) antar ideal kota seperti apa dengan kondisinya saat ini. Jadi bagaimana strategi (misalnya) kota kecil seperti Kota Bontang dengan anggaran terbatas dan SDM terbatas memaksimalkan sumber dayanya dengan efektif dan efisien untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat dan pada akhirnya kualitas masyarakat itu sendiri,” imbuhnya.

Validasi akan dilaksanakan selama dua hari di Kota Bontang, Dari ITB sendiri, lanjutnya, memiliki Garuda Smart City Framework yang dijadikan acuan dan pengelolaan manajemen kota. Didalamnya terdapat tiga domain yaitu smart environment, smart economy, dan smart society yang didukung tiga enabler diantaranya infrastruktur dan IT, smart people, dan smart government.

Usai validasi, penilaian tahap dua adalah pemetaan kota yang dilakukan oleh tim penilai dan assesor ITB. Selanjutnya, pengumuman dan publikasi hasil riset melalui Smart Cities Week 2019 tanggal 18 hingga 20 November 2019 di Kota Bandung.

Senada, Kepala Dinas Kominfo Drs. Dasuki, M.Si, mengatakan kedatangan tim penilai RKCI untuk melakukan tinjauan lapangan memastikan kesesuaian yang diisi melalui kuesioner dengan kenyataan di lapangan.

“Maka dari itu, tadi kita menghadirkan OPD yang memang terlibat dalam kota cerdas ini. Dan Alhamdulillah hampir semuanya datang,” kata Dasuki.

Bagi Dasuki, kegiatan ini menjadi momen penting untuk mengolaborasikan seluruh program yang terkait dengan penggunaan teknologi ke Dinas Kominfo. “Harapannya dengan perkembangan yang ada kita serius menangani, kan tadi smart city adalah bagaimana mengelola sumber daya yang ada untuk mempermudah warganya menjalankan hidup dan kehidupan di Kota Bontang,” pungkasnya. (AG)

PPID Kota Bontang