Pemkot Bontang Gelar Rakor Persiapan Pemilukada 2020 dan Penandatanganan NPHD

(Bontang, 1/10/2019). Tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) wali kota dan wakil wali Kota Bontang di 2020 mendatang telah dimulai sejak 30 September kemarin. terkait tahapan itu, Pemerintah Kota Bontang melaui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar rapat koordinasi persiapan Pemilukada Tahun 2020, Selasa (1/10/2019).

Agenda ini guna memastikan kesiapan tahapan Pemilukada, dengan harapan agar Pemilu 2020 mendatang berjalan dengan lancar, tertib, dan kondusif.

Selain Rakor, kegiatan tersebut dirangkai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) oleh Pemkot Bontang dengan KPU dan Bawaslu. Diketahui, nilai anggaran dalam NPHD tersebut sebesar Rp. 20 Miliyar yang diperuntukkan untuk melaksanakan segala tahapan-tahapan Pemilukada 2020.

Bertempat di ruang rapat utama Setda lantai 2, jl. Moch Roem, Kelurahan Bontang Lestari, rakor ini di pimpin langsung oleh Wali Kota Bontang, dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.Og. selain itu, hadir pula jajaran Kodim 0908 Bontang, Polres Bontang, KPU, Bawaslu, Kepala OPD terkait dan lurah.

Dalam Rakor tersebut, Wali Kota Neni mengintruksikan jajaran Pemkot Bontang untuk memaksimalkan persiapan baik sarana, prasarana maupun personel agar dalam pelaksanaan Pemilukada nantinya dapat berjalan dengan baik.

Dijelaskan Neni, dukungan pemerintah dalam pelaksanaan Pemilukada terdiri dari fasilitasi sarana dan prasarana sekretariat PPK, Panwaslu kecamatan (Panwascam), dan PPS. Kemudian fasilitasi personel PPK, PPS, Panwascam yang profesional, sosialisasi dalam peningkatan partisipasi Pemilu, fasilitasi pengamanan oleh Linmas, data kependudukan, hingga pemasangan alat peraga kampanye (Algaka).

Intruksi pertama, Neni sampaikan kepada camat dan lurah  untuk memfasilitasi pelaksanaan kegiatan Pemilukada baik sarana, prasarana maupun personelnya. Badan Kesbangpol dan seluruh OPD agar dapat melakukan sosialisasi secara maksimal guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilukada 2020 dan meminimalkan Golput.

Kemudian Satpol PP, terkait dengan pengamanan Linmas agar mempersiapkan personel dalam memberikan dukungan pengamanan. Selanjutnya, Disdukcapil, Neni meminta agar mengoptimalkan rekam data kependudukan pemilih pemula.

Sedangkan mengenai pencegahan kesan kumuh akibat Algaka, Wali kota Neni mengintruksikan Dinas Perkim berkoordinasi dengan KPU dan memantau penentuan titik lokasi pemasaangan Algaka.

Lebih lanjut, kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Neni meminta agar dapat menunjang anggaran pelaksanaan Pemilukada 2020 pada OPD teknis dan instansi terkait.

Tak lupa, Neni mengucapkan terima kasih kepada Polres Bontang dan Kodim 0908 Bontang atas pengamanan Kota Taman, serta berharap dukungannya dalam tahapan Pemilukada hingga hari pencoblosan mendatang.

“Yang terpenting bahwa suksesnya Pemilu wali kota tahun depan (2020) adalah suksesnya kita semua, kita ingin Kota Bontang tetap kondusif. Siapa pun nanti yang menjadi wali kota tentu harus kita dukung. Mudah-mudahan yang terbaik diberikan Allah SWT, tetapi yang penting kita kerja baik,” tutur Neni.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Sony Suwito Adhicahyono, SH.MM, mengatakan rakor ini dalam rangka memastikan kesiapan Pemkot Bontang terutama OPD terkait dan kelurahan mensukseskan Pemilukada. Juga memastikan komitmen bersama baik pemerintah daerah, KPU, Bawaslu, maupun aparat keamanan TNI/Polri.

Di tempat yang sama, Ketua KPU Bontang Erwin, mengapresiasi Pemkot Bontang atas terselenggaranya salah satu tahapan awal Pemilukada 2020, yakni penandatanganan NPHD. Menurutnya, waktu pelaksanaan kegiatan ini sesuai dengan Peraturan KPU nomor 15/2019. (AG)

PPID Kota Bontang