Bapenda Kota Bontang Gelar Gebyar Pajak Bumi dan Bangunan, Wali Kota Neni: Langkah Strategis Melakukan Pembangunan

(Bontang, 26 September 2019). Pemerintah Kota Bontang menggelar Gebyar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) 2019, di halaman parkir kantor Bapenda, jl. MH. Thamrin no. 14, Bontang Utara, Kamis (26/92019) pagi. Gebyar PBB ini dilaksanakan mulai 26 September hingga 20 November 2019.

Acara ini rangkai dengan pemberian penghargaan kepada 150 wajib pajak potensial PBB di Kota Bontang yang diwakili oleh 20 pembayar pajak tepat waktu dan terbanyak.

Dilanjutkan penyerahan alat bantu cash register pajak daerah berbasis android sebanyak 30 unit hibah dari Bank Kaltimtara, dan hadiah doorprize tiga unit sepeda motor bagi masyarakat yang telah lunas membayar pajak.

Sementara itu, melalui sambutannya Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.Og, mengapresiasi acara yang diinisiasi oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) tersebut. Ia menilai kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk melakukan pembangunan yang berkelanjutan.

Dimana pembangunan di Kota Taman saat ini sangat bergantung dengan dana perimbangan melalui dana bagi hasil dari hasil sumber daya alam, seperti gas, serta royalti batu bara yang belakangan ini mengalami penurunan. Akibatnya, berdampak pada penurunan APBD Kota Bontang di 2016 yang semula mencapai 1,9 triliun turun menjadi 800 miliar.

“Tentunya sumber daya alam akan habis, kita tidak mungkin bergantung dari sumber daya alam. Oleh karena itu, Pemkot Bontang punya inovasi yang tertuang dalam misi bagaimana kita menumbuhkan ekonomi kreatif,” ujar Neni.

Selain itu., kesempatan ini juga dimanfaat Neni untuk mengingatkan Bapenda agar selalu mensosialisasikan segala sesuatu yang terkait dengan kebijakan retribusi pajak, baik kenaikan maupun inovasi. Sehingga masyarakat wajib pajak dan perusahaan tidak terkejut, meski dari regulasinya masyarakat dan perusahaan dapat mengajukan keberatan serta meninjau kembali pajak tersebut.

“Selamat dan sukses selalu, mudah-mudahan acara ini memotivasi kita semua untuk menjadi pembayar pajak yang taat,” tutupnya.

Di tempat yang sama Kepala Bapenda Kota Bontang Sigit Alfian, SE, MM, memaparkan tujuan acara ini adalah mensosialisasikan UU 28/2009 khususnya yang terkait dengan PBB, mengajak semua pejabat pemerintah, perusahaan, serta stakeholders lainnya untuk memberikan contoh kepada masyarakat tentang sadar pajak.

Selanjutnya adalah menarik minat masyarakat agar sadar membayar pajak, dan agar realisasi PBB dapat tercapai sesuai dengan target yang telah ditentukan.

Ditambahkan Sigit, strategi yang dilakukan Bapenda adalah win win solution. Pertama pendekatan kepada semua wajib pajak, pengusaha, dan stakeholders. Kedua, menggandeng akademisi di 2020 untuk melakukan kajian strategis terkait grand desain Bapenda pada lima hingga lima belas tahun ke depan.

Ketiga, menyusun aplikasi data potensial pendapatan daerah. Keempat, menjalin kerja sama meningkatkan SDM dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta terkait pemetakan, pendekatan, serta sertifikasi petugas Bapenda di lapangan.

Kelima, meningkatkan kinerja OPD yang memiliki fungsi retribusi daerah termasuk melibatkan camat hingga ketua RT.

“Animo masyarakat gebyar pajak ini sangat luar biasa, terlihat dari survei sederhana yang kami lakukan di RT beberapa minggu lalu. Komentar yang diberikan luar biasa kepada Bapenda dan Pemkot Bontang pada umumnya, dan Insyaallah atas persetujuan bunda wali kota (Neni Moerniaeni) tahun depan gebyar pajak ini akan merambah ke jenis pajak daerah lainnya tentu dengan hadiah yang lebih banyak dan acara yang lebih meriah,” imbuh Sigit.

Dari pantauan tim liputan PPID, acara ini dihadiri mantan wali kota dr. H. Andi Sofyan Hasdam, Sp.S, kepala OPD dan lurah, unsur Forkopimda, KPP Pratama Bontang, perwakilan perusahaan, masyarakat wajib pajak, (AG)

PPID Kota Bontang