Cegah Penyakit Jantung, Dinkes Kota Bontang Adakan Seminar Cegah Penyakit Jantung dengan Gaya Hidup Sehat

(Bontang, 18 September 2019). Berangkat dari kekhawatiran bahwa Provinsi Kalimantan Timur menempati urutan ke 5 nasional terbanyak menderita penyakit jantung, Pemkot Bontang melalui Dinas Kesehatan mengadakan Seminar Cegah Penyakit Jantung dengan Gaya Hidup Sehat, Rabu (18/9/2019).

Digelar di Auditorium Taman 3 D, Jl. Awang Long Bontang Utara, seminar ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan. Selain itu, hadir pula Ketua Forkohat Bontang, Satgas anti rokok, dan Ketua IDI cabang Bontang dr. Suhardi, Sp.J. juga selaku nara sumber.

Mewakili Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.Og, seminar ini di buka oleh Kepala Dinkes dr. Bahauddin, MM. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwasanya penyakit jantung mengalami peningkatan setiap tahunnya, bahkan menjadi penyebab kematian tertinggi kedua di Indonesia.

Juga biaya penyakit jantung pun mengalami peningkatan. Tercatat di 2017-2018 silam, rata-rata  biaya yang dikeluarkan lebih dari 9 triliun Rupiah per tahun.

Untuk itu, diperlukan kesadaran masyarakat dalam mencegah penyakit jantung ini, terutama mengubah pola hidup yang sebelumnya tidak sehat menjadi sehat.

Dikatakan Bahauddin, penyakit jantung dapat dipicu oleh akumulasi dari kurangnya aktivitas olah raga, tidak menghindari makanan berlemak, merokok, serta menggunakan minyak goreng yang sama secara berulang-ulang.

Sehingga, melalui seminar ini  diharapkan peserta dapat mengenali gejala awal, mendeteksi dini, pencegahan dan pengobatan penyakit jantung, serta tata laksana kerja sama antara pemerintah dan petugas kesehatan dan stakeholders lainnya.

“Mudah-mudahan nanti setelah seminar ini, ibu-ibu ada bekal untuk ibu, suami, keluarga atau siapa saja. Di share gejalanya seperti ini, jangan melakukan ini, dan deteksi dini lebih penting. Sehingga kita terhindar dari penyakit jantung,” kata Bahauddin.

Sementara, narasumber Suhardi menjelaskan penyebab penyakit jantung koroner mirip dengan penyakit stroke. Hal itu disebabkan penyempitan atau penyumbatan pembuluh nadi koroner akibat adanya plaque (kolesterol, kalsium, otot polos) sehingga mengakibatkan suplai darah ke jantung terganggu dan memicu serangan jantung.

Gejalanya, nyeri dada di bagian kiri atau tengah, nyeri ulu hati, nyeri punggung. Selain itu nyeri dada seperti ditekan, kemudian penjalaran ke lengan kiri, punggung, bahu dan rahang. Kadang disertai sesak nafas, keringat dingin, dada berdebar, dan mual.

Sedangkan pencetus serangan jantung meliputi stres, marah, pagi hari yang disebabkan adrenalin, dan aktivitas. (AG)

PPID Kota Bontang