Wakil Wali Kota Bontang Hadiri Vicon Bersama Pangdam VI/Mulawarman

(Bontang, 17 September 2019). Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sebagian wilayah Kalimantan semakin meresahkan. Akibatnya, kabut asap kian menebal dan meluas. Upaya koordinasi pemadaman dan pencegahan pun gencar dilakukan.

Terkini, difasilitasi Kodam VI/Mulawarman Kaltim mengadakan video confrence (Vicon) yang diikuti seluruh Kodim di wilayah Kodam VI/Mulawarman, Polda Kaltim, Polda Kalsel, Polda Kaltara, serta seluruh pemerintah daerah Provinsi Kaltim.

Dari jalannya Vicon, masing-masing Kodim memaparkan laporan evaluasi, penekanan, dan langkah-langkah terkait Karhutla. termasuk oleh Kapolda Kaltim, Kapolda Kaltara, Kapolda Kalsel yang juga menyampaikan sambutannya terkait Karhutla.

Seperti jumlah hotspot (titik api), penyebab kebakaran, upaya pemadaman dan penanggulangan dampak Karhutla, serta penindakan terhadap pelaku pembakar hutan.

Di Kota Bontang, Vicon dihadiri Dandim 0908, Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase, Kapolres Bontang, Danden Arhanud 002, Kepala BPBD, Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan, perwakilan TNK, dan Asisten Administrasi Pembangunan, di Aula Makodim 0908 Bontang.

Dalam Vicon itu, Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto menyampaikan apresiasi atas kerja sama seluruh pihak dalam rangka mengatasi Karhutla. Sebab, menurutnya, hal itu menunjukkan sinergitas antara TNI, Polri, instansi terkait, serta masyarakat yang bahu-membahu mencegah dan menanggulangi Karhutla.

Kedepannya, ia bersama unsur lainnya merencanakan adanya Posko bersama yang digunakan sebagai wadah pusat informasi kegiatan penanganan bencana baik banjir maupun Karhutla di setiap kabupaten/kota, Kodim, Korem, Polda, hingga Polres. Sehingga diharapkan dapat mengantisipasi dan meluruskan berita yang tidak akurat.

Lebih lanjut, ia berharap hasil Vicon ini dapat ditindaklanjuti sebagai langkah nyata, dan mengevaluasi untuk penyempurnaan SOP yang akan datang.

“Untuk itu, jangan pernah kita menganggap bahwa kebakaran hutan dan lahan sekecil apapun itu akan berdampak besar dikemudian hari apabila kita lengah dan membiarkan kebakaran teraebut,” pungkasnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase menjelaskan Karhutla tidak hanya disebabkan oleh human eror, namun juga disebabkan oleh faktor alam yang dipicu oleh kemarau berkepanjangan.

Diketahui, insiden Karhutla sempat terjadi di dua titik pada minggu lalu di Kota Bontang, diantaranya  wilayah Kelurahan Kanaan dan Kelurahan Bontang Lestari. Basri pun menghimbau kepada masyarakat agar dalam membuka lahan tidak lakukan dengan cara membakar.

Ditambahkan, Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan upaya pencegahan Karhutla, salah satunya baliho peringatan yang terpasang di beberapa lokasi rawan. Untuk itu, ia menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas oknum yang melakukan pembakaran hutan dan lahan. (AG)

PPID Kota Bontang