Wali Kota Resmikan Sekolah Siaga Kependudukan di SMA Negeri 2 Bontang

(Bontang, 16 September 2019). Pemerintah Kota Bontang bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kaltim meluncurkan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) pertama di Kota Taman, tepatnya di SMA Negeri 2 Bontang.

Peluncuran SSK secara resmi ditandai dengan pemukulan gong disela-sela upacara bendera oleh   Wali Kota Bontang yang juga didaulat sebagai pembina upacara bendera, dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.Og, Senin (16/9/2019) pagi.

Dalam amanatnya, Wali Kota Bontang memaparkan bahwa situasi dan dinamika kependudukan Indonesia saat ini sangat kompleks dan multidimensional. Merespons hal itu, diperlukan upaya yang sistematis dan komprehensif diantaranya dengan pendekatan regulasi.

Yaitu UU nomor 52/2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga mengamanatkan substansi program kependudukan, keluarga berencana, dan pembangunan keluarga (KKBPK).

Amanat UU nomor 52/2009 kemudian dijabarkan dalam PP nomor 87/2014 tentang perkembangan kependudukan, pembangunan keluarga, keluarga berencana, dan sistem informasi keluarga (SIGa). Lebih lanjut, aspek regulasi mengalami perubahan strategis dengan disahkannya UU nomor 23/2014 tentang pemerintahan daerah.

Lebih jauh, berdasarkan amanat UU nomor 52/2009, kata Neni, maka BKKBN menjadi garda terdepan dalam menghadapi, merespons, dan mengelola isu-isu kependudukan di Indonesia.

Dengan dukungan komitmen dari para pemangku kepentingan dan mitra kerja, BKKBN melaksanakan program KKBPK yang tidak semata untuk mengendalikan jumlah penduduk, namun  terutama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.

“Pendidikan Kependudukan merupakan upaya terencana dan sistematis untuk membantu masyarakat agar memiliki pengetahuan, pemahaman dan kesadaran yang peduli kondisi generasi yang akan datang dengan memperhatikan timbal balik antara permasalahan kependudukan dan kualitas kehidupan sosial, ekonomi, kemasyarakatan dan lingkungan,” ujar Neni.

Untuk itu, Neni berharap, dengan adanya SSK tersebut dapat memberikan pemahaman kepada peserta didik terkait kependudukan. Terlebih, Indonesia saat ini telah memasuki fenomena kependudukan yang disebut bonus demografi.

Bonus demografi adalah saat jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) proporsinya lebih dari 50 persen dibandingkan dengan kelompok usia non produktif (0-14 tahun dan > 65 tahun).

“Yang Bonus demografi inilah, bagaimana betul-betul bisa kita memberikan manfaat kepada yang tidak produktif,” lanjutnya.

Terakhir, Neni pun menghimbau kepada para pelajar untuk menjadi agen perubahan agar dalam perkembangannya tidak tergerus oleh kemajuan zaman.

“Saya ucapkan terima kasih, yang dengan komitmen kita hari ini bisa kita tularkan kepada yang lainnya dan Insyaallah permasalahan kependudukan dapat kita selesaikan dengan baik dan ke depan negara kita akan menjadi negara yang kuat, yang siap dengan indeks pembangunan manusia,”

Tampak hadir dalam peresmian SSK, Kepala Dinas Pendidikan, perwakilan BKKBN Provinsi Kaltim, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB, Lurah Satimpo, dan Kepala Sekolah SMAN 2 beserta jajaran guru. (AG)

PPID Kota Bontang