Dinas Kominfo Kota Bontang Gelar Bimtek Tahap III Penyusunan Masterplan Smart City dan Quick Win Program

(Bontang, 2 September 2019). Penyusunan Masterplan Smart City dan Quick Win program menuju kota pintar masuk pada tahap III. Pemkot Bontang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kembali menggelar bimbingan teknis (Bimtek) smart city, Senin (2/9/2019) pagi.

Bimtek dibuka oleh Kepala Dinas Kominfo Drs. Dasuki, M.Si. Berlangsung selama dua hari, Senin (2/9/2019) hingga Selasa (3/9/2019) di Pendopo Rujab wali kota, jln. Awang Long Bontang Utara.

Pelaksanaan Bimtek ini membagi OPD ke dalam enam dimensi kota pintar sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. Diantaranya smart government, smart branding, smart economy, smart living, smart society, dan smart environment. 

Farid Subkhan (CEO Citiasia Inc) selaku pembimbing Kota Bontang yang ditunjuk oleh Kementerian Kominfo menjelaskan dalam Bimtek tahap III lebih menekankan pada perbaikan, menambah, dan mempertajam Bimtek I dan II.

“Bimtek I itu menghasilkan visi misi, Bimtek II menyusun strategi, rencana aksi. Kalau strategi itu adalah jangka pendek, menengah, dan jangka panjang,” urai Farid.

Dijelaskan, strategi jangka pendek nantinya berlangsung di 2020, jangka menengah 2021 hingga 2024, sedangkan jangka panjang dimulai 2025 sampai dengan 2029 dalam konteks mewujudkan visi smart city Kota Bontang, yaitu mewujudkan Bontang yang sejahtera, humanis, inovatif secara berkelanjutan.

Untuk itu, Bimtek tahap III ini akan mempertajam kegiatan kerja dalam mewujudkan visi smart city. Meliputi penyusunan rencana kerja kegiatan selama pelaksanaan strategi jangka pendek 2020, menengah 2021-2024, hingga jangka panjang 2025-2029.

Sehingga diharapkan dalam masterplan smart city nantinya memiliki road map yang matang untuk menuju Kota Bontang yang sejahtera, humanis dan inovatif.

“Pagi ini baru disampaikan Kepala Dinas Kominfo tentang road map-nya, tetapi sudah ada masukan lagi untuk menambah kegiatan-kegiatan baru dan masih terus dilanjutkan, siang nanti akan banyak menambah kegiatan atau program kerja. Kemudian besok (3/9/2019) itu mempertajam quick win Kota Bontang,”

“Quick win smart city untuk Kota Bontang itu ada tiga. Satu, super apps untuk birokrasi maupun masyarakat. Kedua, aplikasi RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) secara digital. Ketiga, kampung Masdarling (Masyarakat Sadar Lingkungan),” sambung Farid.

Ditambahkan Farid, penyusunan masterplan smart city direncanakan rampung pada tahap IV di Oktober mendatang, selanjutnya membentuk payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Wali Kota (Perwali) agar dapat menjamin program kegiatan yang disusun tersebut dijalankan oleh seluruh perangkat daerah.

“Adanya smart city ini juga supaya daerah lebih inovatif, tidak hanya mengandalkan anggaran dari APBD. Bisa saja misalkan bentuknya publik privat partnership karena secara regulasi sudah ada, cuma daerah mau menjalankan atau tidak. Apa pun bisa diwujudkan kalau kita punya kemauan,” pungkasnya.

Terkait pentingnya membangun daya saing melalui smart branding, Farid Subkhan berharap Kota Bontang sebagai kawasan industri strategis nasional memiliki nilai jual yang tidak hanya di level nasional saja, namun dapat menembus kancah internasional.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kominfo mengapresiasi partisipasi OPD di lingkungan Pemkot Bontang yang dapat hadir untuk berkontribusi secara langsung penyusunan masterplan smart city dan quick win tahap III.

Tak hanya OPD, lanjutnya, Bimtek ini turut mengundang beberapa komunitas, pemerhati IT, dan pelaku usaha e-commerse. Dengan harapan dapat mengetahui rencana yang akan disusun sekaligus berkolaborasi dalam penyusunan masterplan smart city tersebut.

“Saya mengapresiasi terhadap teman-teman yang bisa hadir, sehingga diskusinya itu ketemu maksud dan tujuannya,” ujar Dasuki.

Dasuki menekankan, road map smart city tidak hanya berupa aplikasi baik untuk internal pemerintah maupun aplikasi eksternal untuk pelayanan publik saja, namun meliputi tata kelola, infrastruktur, sumber daya manusia, dan kebijakan peraturan kelembagaan. “Kebijakan kita nanti, kita ingin menerapkan dua aplikasi saja, internal dan eksternal. Kita kerja sama dengan Kementerian Kominfo yang menjanjikan 24 aplikasi,” sambungnya.

Sementara itu, guna menambah pengetahuan peserta Bimtek. Kegiatan ini menghadirkan nara sumber Kepala Subdirektorat Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan Daerah Hasyim Gautama.

Singkatnya, ia mengatakan salah satu tujuan kegiatan ini untuk mengubah mindset peserta Bimtek agar berbasis ke smart city. (AG)

PPID Kota Bontang