Pemkot Bontang Terima Kunjungan Tim Verifikasi KKS Tingkat Nasional 2019

(Bontang, 21 Agustus 2019). Tim verifikasi penilai penghargaan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tingkat Nasional 2019 menyambangi Kota Bontang. Kedatangan mereka disambut langsung Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.Og, di Pendopo Rujab wali kota, Rabu (21/8/2019).

Selain wali kota, tampak hadir Asisten Administrasi Pembangunan, Kapolres Bontang, Dandim 0908 Bontang, kepala dan perwakilan OPD terkait, seluruh lurah, Ketua TP-PKK Kota Bontang, Kepala BPS, perwakilan perusahaan, dan Forum Kota Sehat (Forkohat) Kota Bontang.

Kunjungan tim verifikasi dipimpin Dian Sugiarti dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama tim pembina Provinsi Kaltim, yakni Fahmi Maulana dari Dinas Kesehatan, Isnaini Tri Korawati dari BPNPD, dan Achmad Sofyan dari Dispora.

Verifikasi ini merupakan tahapan lanjutan usai dinyatakan lolos seleksi administrasi April lalu. Tujuannya, untuk menilai kesesuaian dokumen administrasi dengan kondisi faktual di lapangan.

Seremoni selamat datang kali ini diawali penampilan Tari Garapan oleh dari Dinas Pendidikan dan pemutaran video profil Kota Bontang.

“Selamat datang di Kota Bontang. Dan harapannya tentu tetap mendapatkan Swasti Saba (penghargaan KKS),” ujar Neni mengawali sambutannya.

Neni menjelaskan bahwa penghargaan dua tahunan ini bukanlah hal baru bagi Kota Bontang. Terbukti di 2006 silam, Kota Bontang berhasil penghargaan Swasti Saba tingkat Wiwerda.

Bahkan, Kota Taman berhasil meningkatkan prestasinya dengan menyabet penghargaan tertinggi Swasti Saba tingkat Wistara sebanyak empat kali secara beruntun medio 2011 hingga 2017. Tak heran, Neni pun optimis penghargaan Swasti Saba tingkat Wistara dapat kembali diboyong ke Kota Bontang di 2019 ini.

Mendukung hal itu, Kota Bontang telah menerapkan delapan tatanan kota sehat yang menjadi acuan penilaian pada kota sehat kali ini. Seperti kawasan pemukiman dengan sarana dan prasarana sehat, kawasan tertib lalu lintas dan transportasi sehat, kawasan pariwisata sehat.

Selanjutnya, kawasan perkantoran dan industri sehat, kawasan hutan sehat, ketahanan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, serta kehidupan sosial masyarakat yang sehat.

“Tentunya saat kunjungan di lapangan, Insyaallah saya yakin semuanya sudah siap tidak dibuat-buat (rekayasa), tidak karena mau diperiksa lalu diperbaiki. Sebab saya selalu menyampaikan bukan penghargaan target kita, tetapi bagaimana kita memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat dan bagaimana delapan tatanan kota sehat ini menjadi prioritas dan komitmen kita bersama,” pungkas Neni.

Sementara, ketua tim verifikasi Dian Sugiarti menjelaskan bahwa KKS dimulai sejak 2005 mengacu pada Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor 34/2005 dan Nomor 1138/MENKES/PB/VIII/2005 tentang Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat.

“Tujuan KKS itu sendiri adalah tercapainya kondisi Kabupaten/Kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat untuk bekerja dan berkarya bagi warganya dengan terlaksananya berbagai program pembangunan berwawasan kesehatan, sehingga dapat meningkatkan sarana, produktivitas dan perekonomian masyarakat,” kata Dian Sugiarti.

Lebih lanjut, ia memaparkan peserta KKS 2019 ini mengalami yang cukup signifikan dibandingkan 2017 silam. KKS tahun ini diikuti 202 kabupaten/kota dari 29 provinsi, sedangkan di 2017 diikuti 173 kabupaten/kota dari 26 provinsi.

“Penghargaan bukanlah tujuan akhir dari penyelenggaraan KKS, namu terpentingnya adalah adanya hubungan kemitraan yang baik antara pemerintah dengan masyarakat dalam melaksanakan pembangunan didaerah,” tandasnya.

Usai seremoni selamat datang, tim verifikasi pusat dan tim pendamping provinsi bersama Asisten Administrasi Pembangunan, Forkohat Kota Bontang, serta OPD terkait mengunjungi sepuluh titik yang menjadi lokasi penilaian.

Diantaranya, Kecamatan Bontang Utara, TPA Bontang Kuala, taman mangrove TNK, Posyandu Kemala, SD YPK 2, RS. PKT, sentra batik Guntung, RT 31 Kelurahan Belimbing, pasar telihan, dan diakhiri penyerahan hasil verifikasi di Bontang Kuring.

Untuk informasi, Kota Sehat atau Swasti Saba merupakan penghargaan untuk kota maupun kabupaten sehat yang terbagi dalam tingkat pemantapan (padapa), pembinaan (wiwerda) dan pengembangan (wistara) dilaksanakan dua tahun sekali. (AG)

PPID Kota Bontang