Pemkot Bontang Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim, Neni: Yang Utama Adalah Berusaha Menjadi Generasi Qurani dan Robbani

(Bontang, 12 Mei 2019). Sebanyak sembilan pondok pesantren turut hadir dalam acara buka puasa bersama (Bukber) yang digelar Pemerintah Kota Bontang, di pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Sabtu (11/5/2019) sore. Bukber ini terselenggara berkat kerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bontang.

Dari pantauan tim liputan Diskominfo, diperkirakan 442 santri hadir memeriahkan Bukber yang bertema “Berbagi Kebahagiaan di Bulan Suci Ramadhan”.

Seluruh peserta terlebih dahulu mendapat siraman rohani yang dibawakan kepala Baznas Bontang, Ustaz Kubah Siga, Lc., M.A. Melalui tausiahnya, Ia memotivasi para peserta yang notabene merupakan anak yatim. Kondisi yang bagi sebagian orang dianggap rendah tersebut, bukanlah menjadi hambatan untuk meraih kesuksesan.

“Nabi kita Muhammad juga yatim tetapi mampu meraih kejayaan yang tak satupun dapat menandingi. Maka status yatim bukanlah alasan untuk rendah diri. Di saat orang lain memandang rendah, yakinlah pada Allah agar kemuliaan kita diangkat,” ujar Ustaz Kubah meyakinkan para hadirin dengan gaya bahasanya yang berapi-api.

Di penghujung tausiah, ustaz Kubah mengajak hadirin untuk senantiasa menghafal Al Quran dan belajar ilmu. Karena dengan keduanyalah kemuliaan hidup dunia dan akhirat dicapai.

Usai tausiah, acara dilanjutkan dengan sambutan Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.Og. Baginya yang utama adalah berusaha menjadi generasi Qurani dan Robbani, menjadi anak sholeh yang selalu sholat lima waktu, dan menjadi hamba Allah yang sukses.

Ia pun mengajak agar memperbanyak ibadah di bulan Ramadhan.

“Sebulan lamanya akan terasa indah dan penuh kegembiraan di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, namun keberkahan akan lebih terasa ketika kita hadir di tengah-tengah generasi Qurani penerus bangsa. Indahnya kebersamaan yang hikmad penuh berkah,” tutur Neni.

Di saat yang bersamaan, Neni juga menyinggung isu yang menyebut adanya oknum pengusaha di Bontang Kuala yang membuang sampahnya ke laut. Isu ini sempat viral karena diunggah langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti, melalui cuitan twitternya.

“Dengan berlakunya Perwali No.30 Tahun 2018, warga Bontang diharapkan lebih peduli, serta menjaga lingkungan. Jangan lagi ada yang buang sampah plastik ke laut, apalagi yang sembarangan,” seru Neni.

Acara ditutup dengan penyerahan secara simbolis santunan untuk anak yatim oleh Baznas, buka puasa bersama, dan sholat Maghrib secara berjamaah.

Tampak hadir, dr. H. Andi Sofyan, Sp.S., Asisten Administrasi Pemerintahan Drs. H.M. Bahri, M.Ap., kepala dan perwakilan OPD, serta unsur Forkopimda. (AF/AG)
PPID Kota Bontang