Gelar Musrenbang, Lurah Bontang Baru : Dalam Pembangunan Perlu Koordinasi Antar RT

(Bontang, 12 Februari 2019) Lurah Bontang Baru, Chahyo Hadi Wichakso, S.STP, Buka Musyawarah Perencanaan Pembangungan (Musrenbang) Senin (11/2) kemarin. Agenda rutin tahunan ini digelar di pelataran Kantor Kelurahan Bontang Baru.

Guna mengakomodir aspirasi warga, berbagai pihak ikut serta dalam pemantapan Musrenbang ini. Hadir diuraikan Kepala Disperindagkop, Ketua Bapelitbang, Babinsa, Babinkamtibmas, KIM, LPM, dan Pokdarwis Bontang Baru, PDAM, PT PLN, PT BME, serta OPD terkait. Dalam sambutannya Chahyo menerangkan, musyawarah ini merupakan kelanjutan dari pra Musrenbang yang telah diadakan pihak kelurahan.

“Musrenbang malam ini hanya pemantapan. Poin-poin sekaligus skala prioritasnya telah kita diskusikan di Musrenbang kemarin. Untuk itu kalaupun ada revisi nanti bentuknya saja, tidak dari awal lagi,” tutur Chahyo.

Usulan yang menjadi prioritas utama Kelurahan Bontang Baru di 2020, dialokasikan oleh Peningkatan Sarana dan Prasarana. Pembangunan Jembatan, Pengaspalan, Semenisasi, hingga Pembangunan Poskamling terpadu dua lantai.

Diketahui, setiap kelurahan hanya dapat disetujui 50 prioritas yang disetujui. Usulan tersebut akan diseleksi kembali di Musrenbang tingkat kecamatan. Jika dialokasikan, maka akan direalisasikan pada tahun anggaran 2020.

Andrie Lesmana, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD yang turut hadir dalam Musrenbang, menyetujui yang didukung pembangunan tersebut. Andrie menekankan pentingnya pembangunan yang terintegrasi. Jangan hanya mengedepankan pembangunan yang parsial.

“Jangan sampai pembangunan parsial meningkatkan potensi banjir. Perlu ada koordinasi antar RT, buat pembangunan kita bersinergi. Jangan sampai RT apa pun, pembangunannya baik, RT selanjutnya malah kena banjir, atau RT yang sebelumnya bukan kena banjir, malah banjir,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Andrie juga menantang pendataan warga guna menghadapi bencana.

“Semoga tidak terjadi bencana, tetapi kompilasi bencana kita tidak perlu mendorong lagi. Berapa jumlah penduduk, anak-anak, dan ketidakmampuan, sehingga kompilasi terjadi bencana kita sudah siap. Hal-hal seperti ini biasanya sering dihindari,” pungkas Andrie. (AF / L)

PPID Kota Bontang