Atasi Kelangkaan Gas 3 Kilo, Pemkot Bontang Gelar Rakor

(Bontang, 26 Desember 2018). Kelangkaan tabung  gas 3 kilo di Kota Bontang saat ini menjadi perhatian khusus Pemerintah Kota Bontang. Mengingat pentingnya hal tersebut, PJ Sekretaris Daerah Agus Amir menggelar rapat koordinasi bersama Dinas Perindagkop, Kominfo dan Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah Kota Bontang pada Rabu (26/12/18).

“Kelangkaan tabung  gas 3 kilo di Kota Bontang disebabkan oleh pengurangan kuota dari Pertamina,” terang Agus Amir.

Lebih lanjut Agus Amir menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Kota Bontang tengah melakukan koordinasi secara maraton dan dihasilkan sejumlah langkah penanganan.  Diantaranya seperti yang disampaikan oleh Agus Wati, SE,M.Si Kabag Ekonomi bahwa pasokan gas 3 kilo di dua agen belakangan ini menurun.

Agus Wati menyampaikan bahwa kelangkaan gas 3 kilo di dua agen disebabkan karena pihak Pertamina melakukan pengurangan kuota.

“Jika biasanya agen Pantai Subur menerima pasokan sebanyak 3360, namun kali ini hanya menerima 1500. Sedangkan untuk Akawi yang biasanya memperoleh pasokan 1680 hanya menerima 560,” jelas Agus Wati.

“Saat ini kami telah dilakukan penelusuran di lapangan dan kami menemukan sejumlah fakta yang cukup disesalkan karena banyak kalangan ekonomi menengah keatas yang menggunakan gas 3 kilo. Hal ini dianggap menyulut kelangkaan gas 3 kilo di Kota Bontang,” lanjutnya.

Melalui Bagian Ekonomi Pemerintah Kota Bontang terus melakukan koordinasi dengan pihak Pertamina, dan pihak Pertamina berjanji akan mengirimkan sisa kuota yang belum terdistribusi yaitu 5040 tabung gas ke Agen Pantai Biru dan 2800 ke Akawi. Guna kemudahan pendistribusian maka pemerintah membentuk tim gabungan guna melakukan operasi pasar, agar tidak terjadi penimbunan gas 3 kilo di masing-masing pangkalan. Operasi pasar ini akan dipimpin langsung oleh walikota Bontang , Neni Moernaeni pada Kamis 27 Desember mendatang.

PPID Kota Bontang