Peringati Hari Guru Nasional 2018 dan HUT PGRI ke-73, Pemkot Bontang Gelar Upacara

(Bontang, 5 Desember 2018). Peringati Hari Guru Nasional 2018 dan HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke-73, Pemerintah kota Bontang  menyelenggarakan upacara di halaman Kantor Wali kota Bontang, Jalan Moch. Roem, Bontang Lestari , Rabu (5/12).

Mengusung tema “Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Abad 21”, Kemeriahan terasa saat peserta upacara disuguhi beragam tarian kolosal khas Indonesia, salah satunya oleh anak-anak berkebutuhan khusus yang berasal dari gabungan SLB sekota Bontang.

Upacara tersebut dihadiri dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.Og serta diikuti ratusan guru negeri dan swasta.

Dalam pidato tertulis Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy yang dibacakan Wali Kota Bontang menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada para guru atas dedikasi, komitmen, dan segala ikhtiar yang telah dilakukan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Tema  Hari  Guru  Nasional  tahun  2018  adalah  “Meningkatkan  Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad XXI”.  Tema tersebut dipilih  mengingat tantangan pendidikan  di  abad  XII  semakin  berat.  Hal  ini  meniscayakan  peningkatan profesionalisme menyangkut sikap mental dan komitmen para guru untuk selalu meningkatkan  kualitas  agar  memiliki  kompetensi  yang  sesuai  dengan perkembangan zaman,” tutur Neni.

Revolusi industri keempat, lanjut Neni, yang sudah merambah ke semua sektor harus disikapi dengan  arif  karena  telah  mengubah  peradaban  manusia  secara  fundamental. Untuk  itu,  diperlukan  guru  yang  profesional,  guru  yang  mampu  memanfaatkan kemajuan  teknologi  informasi  yang  supercepat  tersebut  untuk  meningkatkan kualitas  proses  belajar  mengajar  pada  setiap  satuan  pendidikan  dalam  rangka mempersiapkan  sumber  daya  manusia  (SDM)  yang  unggul  dengan  kompetensi global.

“walaupun  teknologi  informasi  berkembang  demikian  cepat  dan sumber-sumber  belajar  begitu  mudah  diperoleh,  peran  guru  sebagai  pendidik tidak  tergantikan  oleh  kemajuan  teknologi  tersebut,” ucapnya.

Selain itu,  dalam  rangka  perluasan  akses,  pemerataan  mutu,  dan  percepatan terwujudnya guru profesional, pada tahun yang akan datang Kemendikbud akan menerapkan Kebijakan Sistem Zonasi. “Kebijakan Sistem Zonasi diharapkan akan mempercepat pemerataan kualitas pendidikan di seluruh tanah air.  Sistem  zonasi  tersebut  diharapkan  akan  memudahkan  penanganan  dan pengelolaan guru, mulai dari distribusi, peningkatan kompetensi, pengembangan karir,  dan  penyaluran  bantuan  penyelenggaraan  berbagai  kegiatan  yang dilakukan  oleh  guru,  kepala  sekolah,  dan  pengawas  sekolah,” terang Neni

Lebih lanjut, Neni pun mengharap peringatan  Hari  Guru  Nasional  ini  sebagai  semangat  untuk terus  membangun  peradaban  bangsa  sehingga  Indonesia  menjadi  bangsa  yang berbudaya,  cerdas,  bermutu  dan  berkarakter,  serta  mampu  bersaing  dalam kancah pergaulan global.

“Sungguhlah tugas yang amat berat bila  dipikul  seorang  diri.  Maka  dari  itu,  marilah  kita  bergandeng  tangan menunaikan tugas mulia ini.  Di pundak Bapak dan Ibu Guru, kami gantungkan masa depan bangsa ini,” tutupnya.

Diakhir upacara, turut pula dilakukan penyerahan piala dan uang pembinaan kepada pemenang lomba bola voly, tenis meja, paduan suara, dan penulisan destruktif yang diadakan dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional 2018 dan HUT PGRI ke-73.

Tampak hadir dalam upacara tersebut, Ketua DPRD Kota Bontang, Drs. H. Nursalam, Mantan Wali Kota Bontang dr. H. Andi Sofyan Hasdam, Sp.S, kepala dan perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bontang, unsur Forkopimda Kota Bontang, unsur Muspida Kota Bontang.

PPID Kota Bontang