Dinas Kesehatan dan KB Kota Bontang Bersama Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes RI Gelar Simulasi Pengendalian Bencana Industri Kebocoran Gas Amoniak

(Bontang, 29 November 2018). Kota Bontang yang telah ditetapkan sebagai Kota Gas dan Kondensat oleh Pemerintah Republik Indonesia tentunya dibutuhkan penanganan khusus untuk mengantisipasi jika terjadi situasi darurat bencana. Terkait hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (DKKB) Kota Bontang bekerja sama dengan Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia menggelar Simulasi Pengendalian Bencana Industri Kebocoran Gas Amoniak, Kamis (29/11) pagi.

Bertempat di halaman parkir GOR PT. Pupuk Kaltim, jalan Alamanda, Bontang Utara, kegiatan tersebut tidak hanya diikuti pihak Pemkot Bontang saja, tetapi juga melibatkan sejumlah pihak, diantaranya PT. Pupuk Kaltim dan PT. Bdak NGL.

Hadir mewakili Wali Kota Bontang, Asisten Administrasi Pembagunan Sekretariat Daerah Ir. Zulkifli, MT, mengatakan bahwa kegiatan simulasi tersebut merupakan hal yang penting dipahami, mengingat Kota Taman tersebut diapit beberapa industri besar yang jika terjadi bencana dapat menimbulkan dampak bagi masyarakat.

“Kegiatan simulasi ini, bagian dari upaya pelatihan menyiapkan Sumber daya Manusia (SDM) yang memiliki kemampuan. Ketika terjadi bencana kegagalan industri, mereka dapat melakukan tindakan – tindakan penyelamatan bagi masyarakat sekitarnya,” jelas Zulkifli.

Lebih lanjut, Zulkifli berharap, kegiatan simulasi tersebut dapat diggelar setiap tahunnya sehingga kemampuan personel dapat terus dipertahankan.

Senada dengan hal itu, Plt. Kepala DKKB dr. Bahauddin, M.M menyampaikan bahwa simulasi ini merupakan hal yang penting untuk menyiapkan SDM terutama bidang kesehatan baik Dinas Kesehatan dan KB, Puskesmas, Rumah Sakit Daerah maupun swasta.

“Tujuannya untuk meningkatkan skill, kompetensi supaya kalau misalnya bencana itu tiba, tenaga kita sudah siap untuk melakukan tindakan – tindakan penyelamatan, evakuasi didaerah terdampak disekitar perusahaan,” jelas Bahauddin.

Ia pun berharap kepada peserta yang mengikuti simulasi agar dapat mengetahui tugasnya, baik sebelum bencana, saat bencana, maupun setelah bencana.

“Saya harap bagaimana teman – teman yang sudah dilatih dapat mengetahui tugas – tugasnya, sebelum terjadi bencana, saat terjadi bencana, maupun setelah terjadi bencana, supaya betul – betul terkoordinasi dengan baik antara Puskesmas, rumah sakit maupun Dinas Kesehatan dan KB serta masyarakat sekitar,” lanjutnya.

PPID Kota Bontang