Bontang City Carnival 2018, Warna Warni Budaya Kreatif Menuju Bontang Jago

(Bontang, 29 November 2018). Antusias warga Kota Bontang tumpah ruah sepanjang jalur protokol untuk menyaksikan keanekaragaman seni dan budaya nusantara yang ditampilkan kontingen defile dan kendaraan hias Bontang City Carnival (BCC) 2018, Rabu (28/11) malam. Event yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang ini merupakan puncak dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 Kota Bontang.

Dengan mengusung tema “Warna Warni Budaya Kreatif Menuju Bontang Jago”, kali ini peserta BCC 2018 dilepas langsung pukul 19.30 Wita oleh Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Dr. Ir. H. Isran Noor, M.Si, didampingi Wali Kota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.Og, Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase, Ketua DPRD Kota Bontang Drs. H. Nursalam, Mantan Wali Kota Bontang dr. H. Andi Sofyan Hasdam, Sp.S, dan unsur Forkopimda Kota Bontang.

Dalam sambutan Gubernur Kaltim mengatakan bahwa melalui BCC 2018 ia berharap Kota Bontang terus berkembang menjadi kota yang ramah lingkungan dan kota industri yang termuka di Indonesia.

“Mudah – mudahan dengan kegiatan seperti ini (BCC), Kota Bontang semakin dikenal diseluruh Indonesia. Menjadi kawasan kota pariwisata yang disukai karena lingkungannya sangat ramah,” Tutur Isran.

Ia pun menghimbau kepada seluruh warga Kota Taman agar menjaga dan memelihara serta menyayangi Kota Bontang. Menurutnya, Kota Bontang yang terbilang muda ini, telah menunjukan kiprah yang luar biasa ditingkat nasional. “Saya sebagai warga Kaltim bangga dan bahagia. Banyak sekali Kota Bontang ini menerima penghargaan – penghargaan tertinggi diseluruh kota di Indonesia,” pungkasnya.

Dikesempatan yang sama, Wali Kota bontang menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur Kaltim di kota multi etnis tersebut. Kota Bontang yang telah ditetapkan sebagai kota gas dan kondensat, lanjut Neni, mengharapkan bantuan Gubernur Kaltim untuk menunjang Kota Bontang sebagai kota wisata.

“Kota Bontang yang sangat multi etnis ini milik bersama dari sebuah perbedaan, tapi kami disini Inshaa Allah selalu berkomitmen menjunjung tinggi toleransi dan harmoni,” jelas Neni.

Tak hanya itu, untuk mewujudkan pariwisata dari sektor kelautan, Neni berharap melalui Perda Zonasi Kelautan yang akan diparipurnakan di DPRD Provinsi Kaltim akan menetapkan titik terluar Kota Bontang adalah pulau Beras basah.

“Saya akan bersurat kepada bapak Gubernur (Isran Noor) bahwa titik terluar yang kita minta adalah beras basah,” ungkapnya.

Bontang City Carnival (BCC) 2018 diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Bontang, payuguban berbagai suku di Kota Bontang, perwakilan sekolah, perwakilan perusahaan, dan kelompok komunitas.

PPID Kota Bontang