Lahirkan Atlit Berbakat, Dispopar Adakan Inovasi Program Pemanduan Bakat Cabor Unggulan, Neni : Jangan Sekedar Ceremony Tapi Harus Berkesinambungan

(Bontang, 18 November 2018) Kota Bontang menjadi satu-satunya daerah di Kalimantan Timur yang mendapat kesempatan dari Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia untuk melaksanakan tes pemanduan bakat, dalam rangka pengembangan olahraga sejak dini.

Tes pemanduan bakat yang digelar di Sport Center pada minggu dan senin 18 – 19 nopember 2018 diikuti oleh 400 pelajar dari jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Bambang Cipto Mulyono merasa bersyukur dengan adanya program dari Kemenpora, pasalnya tidak semua daerah memiliki kesempatan yang sama untuk melaksanakan kegiatan tes pemanduan bakat olahraga.

“Kita manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk menemukan bibit-bibit atlet olahraga khususnya pada cabor unggulan di Bontang,” ujarnya.

Senada, Walikota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan bahwa program tes pemanduan bakat cabang olahraga unggulan dinilai menjadi cikal bakal tumbuhnya anak-anak yang berprestasi dibidang olahraganya masing-masing.

“harapannya tidak berhenti sampai disini, jadi bukan sekedar ceremony saja, tetapi berkesinambungan menggali bakat olahraga sejak dini ,” tutur Walikota.

Para peserta atau pelajar yang ikut dalam seleksi mengikuti sejumlah tes, seperti lari kelincahan, tes daya tahan, dan sejumlah tes lainnya. Nantinya, hasil evaluasi pengelompokkan cabang olahraga dari seleksi yang dilakukan oleh Kemenpora, akan diberikan kepada Dispopar Bontang untuk ditindaklanjuti.

Seleksi atau pemilihan atlet berbakat sudah menjadi isu sejak lama dalam olahraga kompetitif. Tidak mengherankan, negara-negara maju seperti Rusia,Romania, Bulgaria, Jerman dan Cina, sangat berkepentingan dengan proses penyeleksian, karena sangat berkaitan dengan kepastian bahwa anak yang terpilih harus mampu menjalani latihan yang sangat spartan, dan diyakini akan menunjukkan prestasi terbaik pada usia-usia emasnya. Oleh karena itu proses seleksi inipun dikaitkan dengan sangat erat pada usia anak yang ideal untuk memulai latihan, serta usia puncak ketika anak sedang berada dalamprestasi topnya. identifikasi bakat olahraga adalah proses pemberian ciri (karakteristikisasi) terhadap dasar kemampuan yang dibawa dari lahir yang dapat melandasi keterampilan olahraga.

PPID Kota Bontang