Wakil WaliKota Bontang Buka Erau Pelas Benua 2018, Optimis Mampu Tingkatkan Potensi Wisata

(Bontang, 26 September 2018). Prosesi penyalaan Obor Brong dan pendirian Rondong Ayu oleh Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase, menjadi pertanda dimulainya pelaksanaan Erau Pelas Benua 2018 dan Festival Seni Tari Tingkat Pelajar Se-Kota Bontang, di Panggung Adat Kutai Kelurahan Guntung, selasa (25/9) pagi kemarin.

Perayaan Erau Pelas Benua merupakan upacara adat yang telah dilakukan secara turun – temurun oleh penduduk asli Kutai yang bermukim Kelurahan Guntung dalam upaya melestarikan dan mengembangkan kearifan lokal, hingga akhirnya menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sejak 2002 lalu.

Dengan tema “Melalui Erau Pelas Benua Kita Dorong Pembangunan Dari Arah Pinggiran Untuk Kesejahteraan Masyarakat Bontang”, kemeriahan Perayaan Erau Pelas Benua begitu terasa dengan tampilnya berbagai macam tarian kolosal yang berasal dari beberapa suku di Indonesia. Nantinya perayaan ini akan berlangsung hingga minggu (30/9) mendatang.

Perayaan Erau Pelas Benua kali ini turut dihadiri Putra Mahkota Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Marta Dipura Drs. Adji Pangeran Adipati Prabu Anum Surya Adiningrat, M.Si beserta kerabat, Ketua DPRD Kota Bontang Drs. H. Nursalam, seluruh anggota DPRD Kota Bontang, unsur Forkopimda Kota Bontang, Kepala dan perwakilan OPD sekota Bontang, Lurah sekota Bontang, Perwakilan perusahaan di Kota Bontang, ketua payuguban sekota Bontang, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tamu undangan.

Mengawali sambutannya, Basri menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas penyelenggaraan Erau Pelas Benua, kerena kegiatan ini merupakan media untuk kembali melestarikan berbagai budaya lokal dan mengembangkan wisata budaya.

Selain itu, Basri menyebut Erau Pelas Benua mempunyai beberapa tujuan vital dan strategis, diantaranya untuk mensosialisasikan nilai – nilai inklusi sosial yang hidup dan berkembang ditengah komunitas masyarakat adat kutai, kemudian untuk mendorong terciptanya masyarakat adat kutai yang inklusif baik dari sisi plularitas adat – istiadat maupun nilai – nilai lokal lainnya yang hidup dan berkembang selama ini sebagai identitas asli masyarakat adat Kutai, dan untuk melestarikan kebudayaan adat – istiadat masyarakat yang telah terbukti mampu menjaga harmonisasi alam dan lingkungan untuk kehidupan sosial.

“Nilai – nilai budaya dan adat – istiadat telah menjadi perekat sosial yang mampu menjadi landasan yang kuat dan kokoh bagi masyarakat adat setempat dalam rangka menjaga dan menteguhkan integrasi sosial menuju cita – cita yang lebih besar yaitu penguatan intregrasi bangsa dan menempan persatuan dan kesatuan bangsa,” sambung Basri.

Pria yang disematkan gelar Temenggung Mangku Praja oleh Kesultanan Kutai Kartanegara ini pun optimis budaya Erau Pelas Benua ini dapat membangkitkan semangat serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan Pemkot Bontang, sehingga mampu meningkatkan potensi wisata Kota Bontang dimasa yang akan datang.

Lebih lanjut, Basri berharap kegiatan ini dapat membangun forum penguatan kearifan lokal untuk mendukung pembangunan disegala aspek.

“Dengan demikian, kami berharap pelaksanaan Erau Guntung melalui seni dan budaya yang dilaksanakan sepekan kedepan ini dapat memberikan arti penting baik bagi masyarakat Adat Kutai sendiri, Pemkot Bontang, dan masyarakat luas pada umumnya dengan berbaur menjadi satu pada acara Erau budaya Kutai ini,” harapnya.

Sementara itu, Dewan Penasehat Sultan Adji Pangeran Aryo Kusumo Putro, mengatakan bahwa pihak Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Marta Dipura mengapresiasi dan kagum atas dukungan Pemkot Bontang dalam menyelenggarakan perayaan Erau Pelas Benua.

Lebih lanjut, Ia menyakini dan berharap Guntung akan menjadi tujuan destinasi wisata terbaik di Kota Bontang. Dimana setiap minggu, lanjutnya, masyarakat Kota Bontang dan sekitarnya dapat menikmati pagelaran adat dan budaya di Panggung Adat Kutai Kelurahan Guntung.

“Budaya kita akan bertambah terus, karena semakin kita gali, budaya semakin bertambah. Ini lah satu – satunya yang dapat menjadi kekuatan kita dalam rangka menarik wisatawan ke Kota Bontang,” terang Adji Pangeran Aryo Kusumo Putro.

“Saya kira acara ini harus kita lestarikan, meski dalam keadaan apapun kita harus bisa melestarikan. Alhamdulillah pak (Basri Rase), saya melihat banyak sekali perkembangan dan disinilah yang paling mengagumkan kami, mudah – mudahan ini bisa berlanjut dengan baik,” sambungnya.

PPID Kota Bontang