Tingkatkan Pengetahuan Wisata, Disporpar Kota Bontang Gelar Pelatihan Sadar Wisata

(Bontang, 19 September 2018). Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase menghadiri sekaligus membuka kegiatan pelatihan sadar wisata Kota Bontang tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata (Disporpar) Kota Bontang, di pendopo rumah jabatan Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long No. 1, Rabu (19/9) pagi.

Pelatihan sadar wisata ini dipaparkan empat narasumber, yakni Kepala Dinas Komunikasi informatika dan Statistik Kota Botang Drs. Dasuki, M.Si, perwakilan Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim H.M Tufik Nuur, S.Par, perwakilan Politeknik Negeri Samarinda Ramadhan Pernyata, S.Ds, M.Ds dan M. Fauzan Noor, SE.Par, M.Par.

Dalam kesempatan itu, Kepala Disporpar Drs. Bambang Cipto Mulyono, M.Si dalam laporannya menjelaskan pelatihan ini bertujuan memberikan pembekalan dan pengetahuan pariwisata kepada seluruh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) di Kota Bontang.

“Pokdarwis merupakan garda terdepan untuk mempromosikan dan mensosialisasikan Sapta Pesona. Tanpa masyarakat kita yang sadar wisata, maka kunjungan wiisata ke Kota Bontang tidak akan meningkat malah semakin menurun,” papar Bambang.

Bambang menyebut, jumlah kunjungan wisata atau pelancong pada 2017 lalu meningkat 300% kunjungan atau mencapai 383.000 pengunjung jika dibandingkan tahun sebelumnya yang ditargetkan sebanyak 5.200 pengunjung.

“Harapan kita terus meningkat kunjungan wisata ini, seiring dengan perbaikan infrastruktur. Mudah – mudahan bandara di Kota Samarinda betul – betul terwujud, kemudian akses (jalan) ke Kota Bontang lebih mudah, saya yakin lonjakan kunjungan wisata ke Kota Bontang akan semakin meningkat, tuturnya.

Disamping itu, ia berharap dan mengusulkan kepada Kepala Daerah Kota Bontang agar kedepan pariwisata menjadi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersendiri, sehingga Kota Bontang yang digadang akan menjadi ikon pariwisata Provinsi Kaltim dapat segera terwujud.

Sementara itu, mengawali arahannya Basri Rase menyampaikan apresiasi dan mendukung pelatihan sadar wisata tersebut yang sejalan dengan misi Kota Bontang yakni smart city dan creative city.

“Ini penting bagi masyarakat Kota Bontang untuk menyadari bahwa wisata itu adalah sumber pendapatan ekonomi yang muaranya kemandirian dan kesejahteraan,” tutur Basri.

Lebih lanjut, ia menilai pendapatan dari sektor wisata yang dikelola dengan baik dapat memback up keuangan Kota Bontang jika harga minyak dan gas mengalami penurunan seperti yang terjadi pada tahun sebelumnya.

Selain itu, Basri turut menghimbau kepada pelaku usaha wisata untuk menyiapkan sarana dan prasarana secara profesional dan berbasis IT.

“Saat ini, bu Wali Kota (Neni Moerniaeni) telah menyiapkan untuk kedepan, karena sebagai kota industri sudah tentu dikemudian hari akan habis. Kota bontang yang luasnya 30 % daratan dan sisanya lautan memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan sektor wisata,” terang Basri.

Menanggapi harapan Kadisporpar, Basri sependapat dan menilai pariwisata harus berdiri sendiri sebagai OPD jika kita ingin serius dan fokus untuk pengembangan sektor pariwisata. Namun, lanjutnya, ada beberapa kendala yang berkaitan dengan kewenangan pemerintah daerah sejak berlakunya Undang – Undang Nomor 23 tahun 2014 dan pembahasan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPDA) yang belum selesai.

Tampak hadir, perwakilan OPD Kota Bontang, kelompok sadar wisata sekota Bontang, dan Pelaku usaha Pariwisata.

PPID Kota Bontang