Jaga Komitmen Kota Layak Anak, DSP3M Kota Bontang Gelar Pelatihan Pendampingan Anak Disabilitas Korban Kekerasan

(Bontang, 17 September 2018). Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang sebagai kota layak anak dan ramah disabilitas terus digalakkan. Kali ini, melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (DSP3M) Kota Bontang menggelar Pelatihan Pendampingan Anak Disabilitas Korban Kekerasan. Senin (17/7) pagi.

Bertempat di Ballroom Hotel Tiara surya, Jalan MT. Haryono Bontang Utara, pelatihan ini dihadiri sekaligus dibuka oleh Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase didampingi Asisten Administrasi Pembangunan Ir. Zulkifli, MT dan Kepala DSP3M Drs. H. Abdu Sapa Muha.

Dalam laporan ketua panitia, Abdu Sapa Muha mengatakan bahwa pelatihan ini digelar karena ditengarai oleh kasus kekerasan anak yang terjadi dilapangan. Belakangan ini, Kasus kekerasan terhadap anak tidak hanya dominasi anak normal saja, tetapi juga merambat kepada Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), khususnya pelecehan seksual.

“Ini juga merupakan tonggak keberlanjutan daripada upaya Pemkot Bontang dalam ini bagamana menjadikan Kota Bontang sebagai kota ramah dengan anak, yang pada akhirnya nanti menyandang sebagai kota layak anak,” terang Sapa.

Lebih lanjut, ia mengatakan target Kota Bontang bukan semata – mata hanya untuk meraih penghargaan kota layak anak saja, tetapi bagaimana menciptakan budaya dan norma ditengah masyarakat untuk senantiasa berperan secara aktif memberikan akses terhadap pemenuhan hak ABK.

Dikesempatan itu pula, ia pun menepis anggapan sebagian kalangan masyarakat yang pesimis terhadap keberhasilan Kota Bontang sebagai kota layak anak. Menurutnya, hal itu terbukti dari peran serta masyarakat yang aktif dengan melaporkan tindak kekerasan terhadap anak.

Hal senada disampaikan Basri, dalam arahannya, ia menyatakan bahwa dilaksanakannya kegiatan pelatihan ini, maka dengan sendirinya akan menjawab keraguan masyarakat terkait kelayakan Kota Bontang sebagai kota layak anak.

Lebih lanjut, Basri menekankan komitmen pemerintah disertai dukungan masyarakat untuk bekerjasama dan bertanggung jawab untuk memenuhi hak – hak dasar Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) tanpa adanya diskriminasi.

“Patut kita apresiasi dan kita banggakan acara ini untuk kita ikuti bersama selama tiga hari, mudah – mudahan dengan ilmu yang diberikan narasumber bisa kita pahami dan diaplikasikan ditengah masyarakat,” tutur Basri.

Basri berharap, setelah kegiatan ini para pendamping ABK tidak hanya merapkan ilmunya saja, tetapi turut berbagi ilmu kepada pendamping lainnya, agar pendamping yang belum berkesempatan hadir di pelatihan ini dapat mengetahui tata cara pendampingan ABK yang benar.

Sebagai informasi, Pelatihan Pendampingan Anak Disabilitas Korban Kekerasan diagendakan selama tiga hari 17 hingga 19 September, bersama dua narasumber yakni Ketua Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia Maulani Rotinsulu dan Tenaga Ahli Psikologklinis Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Prov. DKI Jakarta Vitria Larazini.

selain itu, kegiatan ini juga diikuti penyerahan bantuan kepada beberapa Sekolah Luar Biasa (SLB) terpilih yang bersumber dari Kementerian Sosial Republik Indonesia berupa alat bantu pendengaran, serta bantuan kursi roda dan Al-Quran Braille digital yang bersumber dari DSP3M Kota Bontang.

Tampak hadir pada acara pembukaan pelatihan, perwakilan unsur Forkopimda Kota Bontang, pewakilan OPD Kota Bontang, perwakilan SLB di Kota Bontang dan orangtua murid.

PPID Kota Bontang