Kajari Lakukan Pemusnahan Barang Bukti Narkoba (Wawali : Pelaku Narkoba Mendapat Hukuman Yang Lebih Tinggi Dibanding Kota Lain)

(Bontang, 4 September 2018). “Pemusnahan barang bukti narkoba berupa perkara pidana umum yang sudah incracht (memiliki putusan hukum tetap) dilakukan per semester, sejak Maret hingga Agustus sesuai dengan data rekapitulasi barang bukti,” tutur Agus Kurniawan, SH.MH selaku Kajari Kota Bontang pada Selasa (4/9/18) pagi tadi.

Lebih lanjut, Agus Kurniawan menekankan bahwa kegiatan tersebut sebagai langkah dan upaya kejaksaan untuk mengurangi kejahatan narkotika dan jumlah narkotika yang beredar.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan ini pers dapat mensosialisasikan kepada masyarakat bahaya narkotika dan obat obatan terlarang,” tutupnya mengakhiri sambutan.

Sementara itu, bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Bontang, Wawali turut menyampaikan opininya terkait pemusnahan narkotika yang dilaksanakan.

“Rasanya membuat kita miris karena di kota kecil ini peredaran narkoba begitu luar biasa. Saya mengapresiasi tindakan aparat penegak hukum dan kehadiran BNN untuk memberi efek jera terhadap para pelaku,” ujar Basri Rase mengawali sambutannya.

“Saat saya baru dilantik, Kota Bontang menempati urutan kedua peredaran narkoba dan setelah adanya BNN dan tindakan aparat angka itu menurun. Saya berharap agar Bontang menempati urutan terakhir dalam hal ini. Dan saya sangat mengapresiasi karena di Kota Bontang. Tentunya hal ini tidak lepas dari peran Forkopimda dan tokoh masyarakat,” lanjutnya.

Seperti yang kita ketahui bersama, pemberantasan narkoba tentu tidak lepas dari dukungan pemerintah dan semua elemen masyarakat. Komitmen dalam memberantas narkoba sangat dibutuhkan. Hal tersebut pun telah dibuktikan dengan dibentuknya satgas anti narkoba dan kerja sama semua stakeholder serta tokoh tokoh agama. Karenanya, diakhir sambutannya, Wawali kembali mengingatkan agar para tokoh agama senantiasa menyampaikan bahaya narkoba, minuman keras dan lain lain dalam ceramahnya sehingga masa depan generasi penerus bangsa yang ada di Kota Bontang dapat terjamin.

Adapun barang bukti yang dimusnahkan diantaranya: Sabu-sabu sebanyak ± 487,308 gram, Double L sebanyak 1.371 butir, alat hisap sabu/bong sebanyak 143 bong, timbangan digital sebanyak 17 buah, alat komunikasi sebanyak 18 buah, korek api sebanyak 52 buah, plastik klip sebanyak 51 bungkus, senjata tajam sebanyak 3 buah dan minuman keras sebanyak 153 botol.

Sebagai bahan informasi, selain dihadiri oleh Kajari Agus Kurniawan dan Wawali Basri Rase, turut hadir pula dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda, Arief Budiman dan Sofyansyah selaku perwakilan dari BNN Kota Bontang, H. Abdul Kholiq, SH.MH Ketua Pengadilan Agama Kota Bontang, Wakapolres Kota Bontang Eko Alamsyah, perwakilan kodim 0908, perwakilan OPD dan tokoh masyarakat.

PPID Kota Bontang