Masuk 12 Besar, Walikota Bontang Angkat 3 Isu dalam Nirwasita Tantra Award

(Bontang, 21 Agustus 2018). Nirwasita Tantra Award merupakan penghargaan kepada kepala daerah yang dalam kepemimpinannya berhasil mewujudkan dan menerapkan kebijakan sesuai prinsip metodologi pembangunan berkelanjutan sehingga mampu memperbaiki kualitas lingkungan hidup di daerahnya.

Acara yang dilaksanakan di Ruang Rimbawan II, Gedung Manggala Wanabakti Jakarta dibuka dan diawali dengan presentasi Walikota Bontang, Neni Moernaneni. Presentasi tersebut adalah bagian dari acara wawancara penilaian Nirwasita Tantra tahun 2018 tingkat Kota Madya.

Dalam presentasinya, Bunda Neni mengangkat 3 jenis isu lingkungan hidup dan pengelolaannya, yakni : potensi pencemaran air laut, potensi pencemaran udara, dan potensi degradasi mangrove.
“Salah satu respon pemerintah dalam menangani isu tersebut adalah dengan menghimbau seluruh pejabat eselon agar menggunakan bus saat berangkat bekerja pada hari Senin, sehingga dapat dilakukan pengurangan emisi CO2 sebesar 0.99 ton/hari,” ujar Bunda Neni.

Menanggapi hal tersebut, 6 orang tim panelis yang hadir pun aktif memberikan pertanyaan usai presentasi tersebut dipaparkan.

Sebagai bahan informasi, dari 30 kota yang mengikuti penghargaan bergengsi tersebut, saat ini Kota Bontang telah masuk dalam tahap penilaian 12 besar dengan kategori Kota Madya yang akan menerima penghargaan Nirwasita Tantra.

Turut hadir mendampingi Beliau dalam acara tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perhubungan, Ketahanan Pangan dan Perikanan, perwakilan dari Dinas Perkim dan Kominfo.

PPID Kota Bontang