Peringati HAN dan Launching Kampanye Imunisasi MR ( Komitmen untuk Terus Memberi Pelayanan Kesehatan Terbaik Kepada Masyarakat )

(Bontang, 31 Juli 2018), Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) menyelenggarakan seminar dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) yang dirangkaikan dengan launching Kampanye Imunisasi Measles Rubella (MR) di Auditorium Taman 3D Jalan Awang Long, Selasa (31/7) pagi.

Hadir sekaligus me-launching Kampanye Imunisasi MR adalah Wali Kota Bontang Hj Neni Moerniaeni bersama suaminya H Andi Sofyan Hasdam, Plt Kepala Dinas Kesehatan dan KB H Bahauddin, kepala OPD di lingkungan Pemkot Bontang, serta kepala Rumah Sakit dan ratusan pelajar se- Kota Bontang.

Dalam sambutannya, Neni Moerniaeni menyampaikan selain memperingati hari anak, momen ini juga sekaligus dilakukan gerakan massal serentak di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Bontang yaitu pemberian vaksin atau imunisasi MR.

Hal ini penting karena dampak atau komplikasi dari kedua penyakit ini cukup berbahaya seperti radang paru-paru, kebutaan, tuli, kebocoran pada jantung, cacat pada janin bahkan sampai kematian.

“Komitmen pemerintah akan terus memberikan yang terbaik kepada anak-anak di Kota Bontang, karena mereka merupakan generasi penerus bangsa. Maka dari itu hak-hak anak dan pendidikan yang berkualitas harus terus kita penuhi, dan berdasarkan penilaian Menteri Pemberdayaan Pemrempuan dan anak, Kota Bontang telah dinobatkan sebagai Kota Layak Anak,” ungkap Neni.

Lebih lanjut Neni mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk besama-sama menyukseskan pelaksanaan pemberian imunisasi MR dengan membawa anaknya ke Posyandu di daerahnya masing masing guna mendapatkan vaksin MR. Khusus anak-anak yang berusia 9 bulan sampai dengan 15 tahun, jumlah sasaran sebanyak 48.024 anak.

“Tujuan imunisasi MR ini adalah untuk meningkatkan kekebalan terhadap penyakit campak dan rubella. Memutuskan transmisi virus campak dan rubella serta menurunkan angka kesakitan penyakit campak dan rubella hingga menurunkan angka kejadian kongenital rubella syndrome,” terangnya.

Sementara laporan Plt Kepala Dinas Kesehatan dan KB H Bahauddin meyampaikan, tema yang diangkat pada kegiatan ini adalah “Anak Bontang Anak Genius (Gesit, Empati, Berani, Unggul dan Sehat)”, yang diisi dengan pemeriksaan gratis bagi remaja yang masih duduk di bangku sekolah tingkat SMP dan SMA se Kota Bontang.

“Tujuan seminar yang kami laksanakan ini sebagi upaya untuk memberikan informasi terkait seputar gizi, kesehatan reproduksi serta perilaku hidup sehat pada anak sekolah,” ungkapnya. (hms7)