Gelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah, Basri Tegaskan Kepala OPD Untuk Berani Berinovasi

(Bontang, 25 April 2018). Memperingati Hari Otonomi Daerah ke-22 tahun, Pemkot Bontang melalui Bagian Pemerintahan Setda Kota Bontang menggelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah pada Rabu (25/4/18) pagi tadi.

Berjalan khidmat, upacara yang bertemakan “Mewujudkan Nawacita Melalui Penyelenggaraan Otonomi Daerah Yang Bersih dan Demokratis” dihadiri oleh Wawali Basri Rase selaku Inspektur upacara, para Asisten Pemkot Bontang, perwakilan Kodim, Satpol PP, Polres, Damkar, Satpam, Dishub, Sekolah Maritim, beberapa kepala OPD dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutan Menteri Dalam Negeri yang dibacakan oleh Wawali Basri Rase menjelaskan bahwa penyelenggaraan Otonomi Daerah harus menjadikan transparansi dan partisipasi publik sebagai tolak ukur utama dalam pengambilan kebijakan sehingga dapat dipertanggung jawabkan kepada rakyat.

Mewujudkan Nawacita berarti mewujudkan kesejahteraan rakyat. Hal ini merupakan tujuan utama Otonomi Daerah, baik itu melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, daya saing, kreatifitas, serta inovasi.

“Untuk memastikan penyelenggaraan tersebut bersih dan demokratis, saat ini pemerintah sedang melakukan berbagai terobosan. Salah satunya dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2017 Tentang Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah,” tukas Basri.

Lebih lanjut wawali Basri Rase menegaskan agar seluruh Kepala OPD tidak takut untuk berinovasi, karena inovasi dapat menjadi solusi dan gerbang kesejahteraan selama hal tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

“Ada 3 hal yang menjadi perhatian kita bersama dalam HUT otonomi daerah tahun ini, yakni integritas dan etika profesionalisme, tata kelola pemerintahan dan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan publik,” jelasnya.

Diakhir sambutannya, Wawali Basri Rase juga kembali mengingatkan seluruh ASN untuk menjaga netralitas menjelang Pilkada Serentak pada 27 Juni mendatang.

“Saya himbau kepada seluruh ASN untuk menjaga netralitas jelang Pilkada mendatang, karena pemerintah tidak akan sungkan memberi sanksi tegas kepada ASN yang melanggar. Jadikan Pilkada sebagai alat penguat bukan pemecah belah,” himbaunya.

“Akhir kata saya berharap peringatan Hari Otonomi Daerah ini bukan sekedar seremoni belaka, tetapi dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi penyelenggaraan otonomi daerah yang bermuara kepada kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

PPID kota Bontang