Kesbangpol dan Desk Pilkada Gelar Dialog Demokrasi Pilgub 2018, Neni Himbau Gunakan Hak Suara

(Bontang, 21 April 2018). Walikota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG membuka sekaligus menjadi narasumber kegiatan Dialog Demokrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur 2018 yang berlangsung di Gor PKT Jalan Alamanda Bontang Utara, Sabtu (21/4) pagi.

Dialog Demokrasi ini merupakan Program Pendidikan Politik Masyarakat yang digagas oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bontang dan Desk Pilkada Kota Bontang 2018 dengan menghadirkan empat narasumber lainnya, yakni Dandim 0809/BTG Letkol Arh Gunawan Wibisono, Kapolres Kota Bontang AKBP Siswanto Mukti, SIK, Ketua KPU Kota Bontang Suardi, S.Sos, dan Ketua Bawaslu Kota Bontang Agus Susanto.

Dalam laporan Ketua Desk Pilkada Kota Bontang 2018, yang disampaikan Asisten I Drs. H.M. Bahri, M.Ap meyatakan ada dua poin utama dari acara Dialog Demokrasi tersebut yaitu mewujudkan pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubenur di Kota Bontang agar berjalan secara aman, lancar dan damai, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Kaltim.

“Kami sangat berharap Dialog Demokrasi ini akan memberikan manfaat yang besar serta mewujudkan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur yang damai, berkualitas dan sukses,” ucap Bahri.

Sementara itu, Walikota Bontang dalam arahannya, menyampaikan rasa prihatin karena rendahnya tingkat partisipasi masyarakat pada rangkaian Pemilu baik Pilpres, Pileg hingga Pilkada yang telah diselenggarakan pada tahun – tahun sebelumnya. Untuk itu, Bunda Neni mengajak masyarakat untuk tidak golput dengan cara memberikan hak suara pada Pilgub Kaltim 27 juni mendatang.

“Dalam Dialog Demokrasi ini, saya mengajak seluruh masyarakat untuk menggunakan hak suaranya, Kaltim membutuhkan pemimpin visioner yang dapat melakukan perubahan,” ungkap Neni.

Lebih lanjut, Bunda Neni menghimbau kepada masyarakat untuk menghindari gesekan – gesekan pada proses Pilgub, karena menjaga keamanan bukan hanya tugas TNI/Polri saja tetapi tugas semua lapisan masyarakat. Apalagi kini Kota Bontang sudah ditetapkan sebagai Kota Industri Gas dan Kondensat yang memiliki objek vital pada PT. Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dan PT. Badak NGL.

“Perbedaan janganlah menjadi alasan terjadinya perpecahan, tetapi mari landaskan perbedaan  dengan kasih sayang sehingga akan tersusun mozaik yang indah. Dalam perbedaan kita tetap bersatu,” tambahnya.

”Dengan mengucap Bismillah Dialog Demokrasi Pilgub Kaltim 2018 dibuka secara resmi,” tutup Neni diakhir sambutannya.

Ada hal yang menarik saat sesi diskusi Dialog Demokrasi berlangsung, ketika pertanyaan ditujukan kepada Bunda Neni terkait netralitas Pemkot Bontang khususnya Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam Pilgub Kaltim. Bunda Neni menjawab dengan tegas bahwa dirinya tetap menjaga netralitas. Dirinya pun menampik mengarahkan para ASN untuk memilih salah satu calon disetiap kegiatan atau acara kedinasan.

“Saya selalu mengingatkan kepada Aparatur Sipil Negara untuk menjaga netralitas, dan saya menghimbau untuk tidak melanggar aturan – aturan sebagai ASN,” tegas Neni.

Diakhir acara Dialog Demokrasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur 2018, juga diagendakan pembacaan Ikrar Demokrasi Damai diikuti seluruh peserta dan tamu undangan.

Dialog Demokrasi ini juga dihadiri Pj. Sekda Drs. Artahnan, MM, Kepala badan Kesbangpol Sony Suwito, SH, MM, OPD Kota Bontang, FKPD Kota Bontang, Ketua GOW Kota Bontang Hapidah Basri Rase, perwakilan Partai Politik, ketua FPK Kota Bontang, Perwakilan LSM, Perwakilan Paguyuban sekota Bontang, ketua RT sekota Bontang.

PPID Kota Bontang