Peringati Hari Kartini, Neni Ajak Perempuan Berperan Aktif Disegala Bidang

(Bontang, 18 April 2018). Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (DSP3M) bekerjasama dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Bontang menggelar Peringatan Hari Kartini ke-139 dan Seminar Tahun 2018 pada Rabu (18/4) pagi.

Bertempat di Pendopo Rumah Jabatan Walikota Jalan Awang Long no 1, turut hadir Walikota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, Ketua DPRD Kota Bontang Drs. H. Nursalam, Asisten I Drs. H.M Bahri, M.Ap, Kadis DSP3M Drs. H. Abdu Safa Muha, Kapolres Kota Bontang AKBP Siswanto Mukti, SIK , Kepala Lapas Kelas III Bontang Heru Yuswanto, Ketua GOW Kota Bontang Hapidah Basri Rase, OPD Kota Bontang, dan FKPD Kota Bontang.

Seminar tersebut mendatangkan narasumber Reni Murni, CMHA, CBA, CHT, C.NLP.C. dengan tema “Semangat Kartini Zaman Now” dan sub tema “Ketahanan Keluarga Menuju Keluarga Sejahtera” memiliki tujuan  bahwa dengan keluarga sejahtera akan meminimalisir kekerasan dalam rumah tangga sehingga menghasilkan generasi yang lebih kuat dalam memajukan pembangunan bangsa. Dengan keluarga yang kuat, akan hadir masyarakat yang kuat untuk menjadikan bangsa yang kuat.

Tak hanya itu, Peringatan Hari Kartini juga diisi dengan agenda penandatanganan kerja sama penanganan anak dalam Lapas Kelas III Bontang yaitu antara Dinas Sosial, Pemberadayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat (DSP3M), Kelas Inspirasi dan lapas Kelas III Bontang.

Dalam sambutan ketua GOW Kota Bontang, Hapidah Basri Rase menjelaskan di era modern ini, ruang ekspresi bagi kaum wanita menjadi sangat terbuka luas. Selain peran domestik dalam keluarga, peran sosial, politik dan kemasyarakatan pun sudah diijalankan kaum wanita.

Lebih lanjut, Hapidah menghimbau kepada kaum wanita untuk tidak meninggalkan kodratnya sebagai kaum wanita, terutama sebagai wanita yang dibesarkan dalam tata cara adat ketimuran,karena wanita merupakan lambang keluwesan, kelembutan, keindahan, dan kesopanan.

“Hari Kartini senantiasa kita peringati setiap tahun, namun janganlah pada saat – saat peringatan ini saja kita menampilkan hasil karya dan cipta kaum wanita. Namun lebih daripada itu, mudah – mudahan setiap hari, setiap masa, wanita Indonesia tetap meneladani sikap dan prilaku R.A Kartini,” tutur Hafidah.

Senada dengan Hapidah, Bunda Neni Moerniaeni menuturkan bahwa masyarakat harus merubah persepsi – persepsi terhadap peran perempuan, seolah – olah perempuan hanya urusan domestik, perempuan tidak dapat mandiri dan terbelakang. Untuk mewujudkan hal tersebut, Bunda Neni berharap agar para ketua organisasi wanita di Kota Bontang lebih berperan aktif  memberikan edukasi/pendidikan yang seimbang antara intelektual, spiritual, dan emosional dalam menjalankan peran sebagai perempuan di ruang lingkup keluarga maupun masyarakat.

“Perempuan harus dapat mengambil momentum peringatan Hari Kartini saat ini, karena Kartini bukan sekedar konde, dandan, dan kebaya tapi semangat melanjutkan cita – cita Kartini sesuai dengan Pancasila, UUD 45, GBHN dan UU No. 7 Tahun 1984 yaitu menempatkan perempuan pada keluhuran harkat dan martabatnya sebagai mahkluk Tuhan yang maha esa sederajat dengan kaum laki – laki,” tambah Neni.

“Dengan semangat Kartini zaman now, kaum perempuan saat ini harus lebih berperan aktif mengintegrasikan diri disegala bidang”, tutup Neni.

PPID Kota Bontang