Kejar Target Penilaian KLA, Pemkot Bontang Tingkatkan Kualitas Pelayanan Ramah Anak

(Bontang, 11 April 2018). Salah satu indikator kesuksesan  sebuah kota ialah adanya pemenuhan hak anak oleh pemerintah. Terkait hal tersebut, Pemerintah Kota Bontang menetapkan Surat Keputusan Walikota Nomor 315 tanggal 28 Juni 2012 tentang Pembentukan Gugus Tugas Pengembangan Kota Layak Anak Kota Bontang. Sejak dibentuknya Gugus Tugas Pengembangan Kota Layak Anak, telah dilakukan langkah-langkah pemenuhan hak anak, meliputi tindakan preventif kuratif, rehabilitatif dan pelatihan konvensi hak anak untuk tenaga kesehatan dan tenaga kependidikan.

Melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Pemberdayaan Masyarakat, Pemkot Bontang telah melakukan tindakan preventif kuratif dan rehabilitatif yakni : sosialisasi bagi masyarakat, pengawasan konten informasi layak anak oleh Dinas Pendidikan dan PPID Kota Bontang. Selain itu, Pemkot Bontang juga menyediakan berbagai fasilitas seperti : Perpustakaan Keliling, Taman Bacaan, dan pembangunan Rumah Singgah Pelangi untuk masyarakat dan anak penyandang sosial.

Pada tahun 2018, rapat evaluasi penilaian Kota Layak Anak (KLA) kembali digelar oleh Pemkot Bontang. Evaluasi ini melibatkan seluruh instansi teknis terkait, stakeholder, lembaga/organisasi, dan masyarakat. Dua hal yang menjadi pokok penilaian dalam evaluasi KLA yaitu : kelengkapan isian dan administrasi KLA serta visitasi lapangan.

Terkait data KLA pada tahun ini akan dilakukan penilaian berbasis web. Oleh karena itu, data dikirim oleh user operator yang ditunjuk guna persetujuan pengiriman data oleh user approval (Ketua Gugus Tugas Kota Layak Anak ataupun kepala dinas terkait yang ditunjuk). Setelah itu, Kabupaten/kota yang memenuhi kualifikasi akan otomatis diikutkan dalam verifikasi lapangan. Nantinya kabupaten/kota yang dinilai layak sebagai kota ramah anak akan menerima penghargaan pada puncak peringatan Hari Anak Nasional.

Senada dengan slogan yang diserukan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yembise “Melindungi Satu Anak Berarti Melindungi Satu Bangsa”, tentunya Pemkot dan masyarakat berharap agar Kota Bontang dapat menjadi Kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak sehingga hak-hak anak dapat terlindungi.

PPID Kota Bontang