Peringati Hari Autis Sedunia, Bunda Neni: Siapkan Perwali Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

(Bontang, 8 April 2018). “Inshaa Allah melalui Perwali, Bunda akan membuat himbauan / instruksi kepada OPD teknis terkait untuk menyediakan layanan bagi anak – anak berkebutuhan khusus, supaya hak – hak anak yang jumlahnya minoritas tersebut tidak dibedakan dengan anak – anak lainnya,” janji Bunda Neni pada peringatan Hari Autis Sedunia  ke-11 di Gedung Autis Center Kota Bontang, Sabtu (7/4).

Peringatan hari Autis sedunia ini, diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Bontang melalui Dinas Pendidikan dan Pelayanan Pusat Autis (PLA).  Turut hadir dalam acara ini, Walikota Bontang dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG, Ketua Komisi I DPRD Kota Bontang Agus Haris, SH, Kadis Pendidikan Drs. Akhmad Suharto, M.Si, Plt. Kadis Kesehatan dr. Bahauddin, Ketua Pelayanan Pusat Autis (PLA) Puji Astuti, S.Si, perwakilan OPD Kota Bontang, Kepala Sekolah SLB seluruh Kota Bontang dan para undangan.

Lebih lanjut Bunda Neni menyampaikan  akan mewujudkan Kota Bontang  sebagai kota yang ramah terhadap anak berkebutuhan khusus, terutama dalam mendapatkan pelayanan publik. Sehingga tidak ada perbedaan pelayanan bagi setiap warga Kota Bontang, sebagaimana  tema peringatan hari autis kali ini “we are the same and love each other”.

we are the same and love each other, kita adalah sama makhluk ciptaan Allah SWT. Oleh karena itu anak – anak tidak perlu berkecil hati, kita sama dan saling mencintai satu sama lainnya,” terang Neni.

Dalam kesempatan yang sama, Puji Astuti selaku Ketua Panitia menuturkan bahwa tujuan digelarnya Peringatan Hari Autis sedunia adalah pertama silaturahim antara anak – anak, orang tua murid dan semua instansi pemerintah agar mengenal dan memahami anak – anak berkebutuhan khusus dengan dasar kasih sayang, kedua mensosialisasikan UU Nomor 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas.

“Kami mengaharapkan setelah acara ini, ada peningkatan – peningkatan pelayanan baik dari pemerintah maupun swasta,” harap Puji.

Puji menjelaskan bahwa banyak masyarakat yang masih menganggap anak autis sebagai anak yang lemah dan memiliki IQ di bawah rata-rata. Pandangan yang keliru ini, diharapkan dapat berubah melalui sosialisasi dan acara ini.

Sebagai bahan informasi, majelis umum PBB pada tanggal 18 Desember 2007 menetapkan resolusi bahwa tanggal 2 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Autisme Sedunia. Melalui Hari Peduli Autisme Sedunia ini, PBB menghimbau agar semua negara anggotanya mengambil langkah nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap autism. Salah satunya dengan melakukan diagnosis dini untuk intervensi terhadap penyandang autis.

Peringatan Hari Autis tersebut berlangsung meriah diisi dengan pentas seni yang membuat Bunda Neni tergerak ikut bernyanyi bersama anak – anak berkebutuhan khusus serta mengunjungi museum galeri karya anak – anak berkebutuhan khusus.

PPID Kota Bontang