Giatkan Program Pembela Jempol dan Pelayanan KIA (Bontang Selatan Jemput Bola Layani Masyarakat)

(Bontang, 19 Maret 2018)  Memberikan pelayanan maksimal kepada warganya, Kecamatan Bontang Selatan giatkan program Perekaman e-KTP Masyarakat Difabel dan Lansia Jemput Bola (Pembela Jempol) dan percepatan pelayanan KIA.

Camat Bontang Selatan Asdar Ibrahim menjelaskan, program ini mulai dijalankan sejak awal 2017 lalu. Hal ini sebagai wujud pendekatan pelayanan kepada masyarakat secara baik dan ikhlas, mengintegrasikan dan menjabarkan visi pemerintah kota untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM)-nya.

“Agar Aparatur Sipil Negera (ASN) dapat smart di lapangan, sekaligus bagian dari pengembangan creative city,” tuturnya.

Pembela Jempol sendiri menyasar masyarakat difabel maupun lansia yang memang membutuhkan penanganan khusus untuk melakukan perekaman e-KTP. Namun, jika ada permintaan dari kelurahan, Kecamatan Bontang Selatan pun siap melayani masyarakat umum (bukan lansia atau difabel).

“Tetapi memang fokus kami kepada difabel dan lansia. Jumlahnya pun tidak terlalu banyak di masing-masing kelurahan. Kepedulian ini menjadi bagian dari misi pemerintah kota, peduli dengan warga,” terangnya.

Dalam waktu dekat, khusus wilayah Kecamatan Bontang Selatan akan kembali melakukan pendataan e-KTP jelang pemilu. “Inovasi Pembela Jempol sudah dua tahun berjalan, terbaru Kartu Identitas Anak (KIA) berbasis online melalui whatsapp, sedang berjalan beberapa bulan terakhir,” tambah dia.

Selain Pembela Jempol, program percepatan pelayanan jemput bola pun ditujukan untuk pembuatan KIA di seluruh kelurahan wilayah Bontang Selatan, sesuai permintaan para lurah. Permohonan tidak mengenal jam kerja.

“Mau hari libur, malam hari, insyaallah teman-teman teknis siap melayani di lapangan. Alhamdulillah, data terkumpul di enam kelurahan hingga Februari 2018, tercetak KIA sebanyak 9.099 anak,” papar Asdar.

Ia akan terus berupaya melakukan percepatan sehingga anak-anak di enam kelurahan, 201 RT di wilayah Bontang Selatan dapat terlayani dengan baik. KIA memiliki peran penting untuk memperjelas identitas anak, kebutuhan masuk sekolah, memudahkan registrasi kesehatan, hingga kebutuhan saat berada di bandara.

Program ini pun sinergi dengan kelurahan sebagai perpanjangan tangan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk melayani warga. Seperti pelayanan KIA di salah satu RT di wilayah Kelurahan Satimpo pada 9 Maret lalu.

Hal ini dibenarkan Lurah Satimpo Reni Eka Wahyuni. Tidak hanya RT 2 Satimpo yang memanfaatkan kemudahan pelayanan ini. Sebelumnya, RT 1, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, dan 12 Satimpo telah terlebih dulu mengajukan permohonan pelayanan KIA.

Bahkan, menurut data di November 2017 lalu sendiri, sebanyak 244 anak di 13 RT sudah memiliki KIA. Kelurahan akan terus memfasilitasi keinginan tiap RT untuk melakukan percepatan pelayanan KIA di wilayahnya.

“KIA sendiri diperuntukkan bagi anak-anak usia 1-17 tahun kurang sehari. Tentunya warga merasa sangat terbantu dan mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan kepada pak camat, memudahkan anak-anak memperoleh KIA,” tutupnya. (ra/*/wan/adv)