Ogoh-Ogoh Diarak, Wawali Basri Pesan Rawat Kerukunan

(Bontang, 11 Maret 2018) Umat Hindu di Kota Bontang mengarak ogoh-ogoh (boneka raksasa dengan wajah menyeramkan) melewati beberapa wilayah kota pada pawai menjelang Hari Raya Nyepi 1940 Saka. Ahad (11/3) pagi tadi.

Menariknya, pawai ogoh-ogoh ini tak hanya sarat ritual keagamaan namun juga sarat pesan persatuan. Hal tersebut terlihat saat pawai yang dimulai di Depan Rujab Walikota tersebut, dibuka dengan pembacaan deklarasi anti Hoax (berita bohong) yang mengancam persatuan NKRI.

  Wakil Walikota Bontang Basri Rase sesaat sebelum melepas peserta pawai mengatakan menyambut baik penyelenggaraan ogoh-ogoh ini sebab selaras dengan program pelestariaan seni dan budaya nusantara Pemerintah Kota Bontang.

 “Saya juga sangat bangga atas toleransi yang ditunjukkan masyarakat Kota Bontang, terlebih pawai ogoh-ogoh ini tak hanya diikuti umat Hindu namun turut dimeriahkan beberapa paguyuban dan komunitas. Semoga mampu memperkuat toleransi antar umat beragama di Kota Bontang,” kata Basri.

Lanjut, Basri menyatakan Pawai ogoh-ogoh yang dilaksanakan Parisada Hindu Darma Indonesia (PHDI) Bontang ini bermakna mengusir roh-roh jahat agar tidak mengganggu kehidupan manusia, sekaligus menyeimbangkan bhuwana alit dan bhuwana agung (alam mikrokosmos dan makrokosmos).

“Diluar acara ritual, pawai ogoh-ogoh ini merupapakan salah satu upaya pelestarian budaya yang dapat menjadi perekat antar suku budaya yang ada di Kota Bontang. Terlebih tantangan menjaga kesatuan dan persatuan Bangsa dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika semakin menantang,” beber Basri. 

Dari pantauan, Arak-arakan ogoh-ogoh mulai dari ukuran kecil, sedang hingga besar melintasi Jalan Awang Long, Jalan MH Thamrin, Jalan R. Soeprapto tersebut mampu menarik perhatian kerumunan warga mulai dari anak-anak, remaja sampai dewasa yang berbaris rapi di trotoar sepanjang jalan.Ikut sertanya beberapa paguyuban dan komunitas di Kota Bontang menambah suasana menjadi lebih semarak.

Lestari (24) salah satu warga yang menyaksikan mengaku terhibur dengan penampilan peserta pawai, menurutnya pawai tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat.

“Serasa di Bali ya, hal gini baru pertama kali saya lihat langsung biasanya cuma lihat lewat TV atau Internet,” ujarnya seraya tersenyum. ADV (Yudi)