Roadmap e-Government kota Bontang Permudah Pemerintah dan Masyarakat Bontang dengan Teknologi Informasi

(Bontang, 5 Maret 2018)  Saat ini Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) kota Bontang sedang memantapkan terwujudnya penyelengaraan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan masyarakat dapat langsung berpartisipasi di dalamnya dengan mengunakan e-Government (e-Gov) atau pemerintahan yang berbasis elektronik.

Untuk menuju ke arah itu, maka Diskominfotik kota Bontang sudah membuat master plan IT berupa roadmap yang merupakan rencana Diskominfotik dalam jangka waktu lima tahun ke depan, untuk menuju pemerintahan yang cerdas dengan menggunakan e-Government.

Kepala Diskominfotik Dasuki ketika ditemui di kantornya, Rabu (28/2) lalu menjelaskan, dalam lima tahun ke depan Diskominfotik akan menata beberapa hal. Semua hal tersebut sudah tertuang pada roadmap yang telah dibuat. Untuk saat ini, Diskominfotik fokus untuk menjalankan apa yang telah tertuang di-roadmap untuk 2017-2018.

Dalam roadmap 2017-2018, ada tiga insiatif yang sedang dikerjakan dan diselesaikan oleh Diskominfotik, yaitu Inisiatif Aplikasi, Inisiatif Infrastruktur, dan Inisiatif Sumber Daya Manusia (SDM) dan Tata Kelola. Masing-masing inisatif tersebut memiliki penjabaran dan tahapan yang berbeda di dalamnya.

Inisiatif Aplikasi adalah pengembangan aplikasi berorientasi layanan yang tahapannya dimulai dari penentuan core business di tiap instansi pemerintah kota bontang, kemudian dilakukan Identifikasi proses bisnis dan permasalahan di dalam proses bisnis tiap instansi. Dilanjutkan dengan Business Process Reengineering, yaitu peningkatan kinerja proses, bisa berupa peningkatan kecepatan proses atau peningkatan kualitas layanan. Selain itu dibuat juga portal kota Bontang, berupa laman website yang terintegrasi dengan seluruh layanan pemerintah kota Bontang yaitu www.bontangkota.go.id,

Pembuatan SIM jasa pelayanan publik, dan setelah dilakukan Business Proccess Reengineering maka dapat diidentifikasi proses mana yang dapat diotomasi. Setelah dilakukan kajian, dapat dibangun aplikasi-aplikasi untuk meningkatkan layanan publik.

Tahapan terakhir dalam inisiatif aplikasi adalah penyempurnaan Enterprise Service Bus (ESB), sistem yang menjembatani aplikasi untuk saling berkomunikasi dan terintegrasi. Extract Transform Load (ETL), merupakan sistem yang menjembatani aplikasi untuk saling berkomunikasi dan terintegrasi, serta Data Warehouse (DW) yang merupakan proses ekstraksi data yang dapat dimanfaatkan sebagai pendukung pengambilan keputusan.

Kemudian ada Inisiatif Infrastruktur, yaitu pengembangan infrastruktur jaringan komunikasi yang terintegrasi dan jangkauannya mencakup seluruh instansi pemerintahan. Dapat juga dikembangkan infrastruktur jaringan untuk masyarakat (free wifi) yang tahapannya adalah penguatan dan pengembangan jaringan komunikasi, yaitu memperluas Infrastruktur jaringan dan meningkatkan kualitas akses internet setiap tahunnya. Kemudian perbaikan pengelolaan data center dan backup, yaitu melalui pembuatan standard operating procedure untuk peningkatan kapasitas keamanan data melalui penguatan infrastruktur data center dan data recovery center berbasis ISO 27001.

Lalu perbaikan pengelolaan sistem operasi dan hardware, yaitu pembuatan standard operating procedure lingkup kota untuk proses pembaharuan sistem operasi dan upgrade perangkat yang menyesuaikan perkembangan teknologi. Perbaikan manajemen sistem dan jaringan, yaitu perbaikan tata kelola teknologi informasi berdasarkan framework Control Objective of Information Technology (COBIT), dan perbaikan infrastruktur manajemen layanan TI yaitu melakukan perbaikan pada setiap sistem layanan berbasis TI yang terpasang di tiap instansi pemerintah terkait, dengan pemanfaatan infrastruktur jaringannya, termasuk di dalamnya adalah pemilahan antara sistem yang menggunakan jaringan lokal ataupun internet.

Sementara Inisiatif SDM dan Tata Kelola yaitu pembuatan kebijakan-kebijakan TI dan perbaikan kelembagaan serta peningkatan SDM IT. Tahapan awalnya adalah Pembentukan Komite TI, yaitu pembentukan Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi (Dewan TIK) kota bontang, yang beranggotakan seluruh stakeholder di kota bontang, Dewan TIK dibentuk sebagai fasilitator dan evaluator pengelolaan TIK di Kota Bontang.

Pembentukan chief information officer (CIO) yang merupakan pimpinan tinggi bidang teknologi informasi yang melekat pada jabatan Kepala Dinas Kominfo. Dengan terbentuknya Dinas Kominfo maka secara otomatis CIO pun telah ditetapkan. Pada level tertinggi, kelembagaan pada bidang TI harus berada pada fungsi koordinator, sehingga peningkatan status kelembagaan harus ditingkatkan tiap tahunnya dan pembentukan Project Management Officer (PMO) IT yang merupakan personil yang ditunjuk untuk melakukan supervisi maupun eksekusi proyek proyek teknologi informasi. Dengan adanya PMO IT, kesalahan-kesalahan pada proses integrasi dan pengelolaan source code dapat diminimalisir.

Kemudian melakukan Business Proccess Reengineering, yaitu rekayasa ulang proses bisnis organisasi TI. Dengan kata lain melakukan perombakan secara menyeluruh aspek-aspek di dalam organisasi melalui penilaian kualitas kinerja organisasi. Perbaikan struktur organisasi TI dengan cara penambahan atau pengurangan jabatan-jabatan struktural maupun fungsional bidang TI, termasuk peningkatan kualitas dan kuantitas pranata komputer. Serta membuat Enterprise Architecture IT, yaitu skema atau konsep organisasi TI yang berada pada level IT transform, yakni budaya organisasi yang telah berbasis teknologi informasi (IT minded) dan paperless, sehingga ketergantungan pada teknologi informasi berada pada level tertinggi. Untuk menuju ke arah tersebut, komitmen untuk open data dan open government harus sudah mendarah daging dari staf sampai dengan kepala daerah.

“Goal dari Roadmap e-Gov lima tahunan ini adalah pada tahun 2022 yaitu tahun terakhir roadmap, maka implementasi e-Gov tahap empat sudah dapat tercapai dan masyarakat Bontang sudah dapat menikmati kemudahan pelayanan dari aplikasi yang ada di e-Gov melalui smartphone mereka,” harapnya.(*/adv/rdy)

PPID Kota Bontang